Foto yang baik bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna, memiliki pesan, dan mampu menggerakkan kesadaran orang yang melihatnya
Surabaya (ANTARA) - Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya mengajak generasi muda menghidupkan nilai-nilai Pancasila melalui fotografi jurnalistik dalam peringatan Bulan Bung Karno 2026 guna menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan memperkuat relevansi ideologi negara di kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita bicara fotografi, sebenarnya acara ini dibuat sebagai ruang belajar dan ruang berkarya, sekaligus untuk mengingat kembali nilai-nilai Pancasila. Pancasila tidak hanya dipahami sebagai teori atau narasi saja, tetapi juga diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui fotografi,” kata Direktur Sistem Informasi (DSI) YPTA Surabaya Eko Halim Santoso dalam Seminar Fotografi Jurnalistik bertema “Wajah Pancasila di Era Nasionalisme Modern” di Surabaya, Kamis.
Seminar yang digelar di Gedung Rektorat Lantai 6 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya itu dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada peserta lomba fotografi “Pancasila dalam 1 Bingkai” yang diikuti sekitar 200 peserta dari kalangan siswa sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Eko mengatakan fotografi dipilih sebagai medium peringatan Bulan Bung Karno karena dekat dengan keseharian generasi muda sekaligus memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan dan nilai kebangsaan.
Menurut dia, foto tidak hanya berfungsi merekam peristiwa, tetapi juga mampu menyampaikan makna, suasana, dan semangat kemanusiaan yang dapat menggugah kesadaran publik.
“Foto yang baik bukan hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki makna, memiliki pesan, dan mampu menggerakkan kesadaran orang yang melihatnya,” ujar Eko.
Ia menjelaskan tema “Pancasila dalam 1 Bingkai” dipilih untuk mengajak peserta melihat bahwa nilai-nilai Pancasila hadir dalam berbagai aktivitas sehari-hari, seperti gotong royong, toleransi, persatuan, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap keberagaman.
Melalui karya fotografi, lanjutnya, peserta tidak hanya menghasilkan gambar, tetapi juga merekam nilai dan pesan kebangsaan yang menunjukkan Pancasila tetap hidup dan relevan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Sementara itu, Ketua YPTA Surabaya J. Subekti mengatakan peringatan Bulan Bung Karno menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan bersama tiga satuan pendidikan di bawah naungan YPTA Surabaya, yakni Untag Surabaya, Sekolah Menengah Atas 17 Agustus 1945 (SMATAG), dan Sekolah Menengah Pertama 17 Agustus 1945 (SMPTAG).
“Setiap tahun YPTA Surabaya bersama tiga satuan pendidikan selalu mengadakan berbagai kegiatan selama Bulan Bung Karno. Intinya untuk melawan lupa, supaya sejarah tetap bisa diingat, terutama oleh mahasiswa dan generasi muda bahwa Indonesia merdeka karena berdiri tegak di atas dasar negara Pancasila,” kata Subekti.
Ia menilai cita-cita yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno melalui Pancasila masih relevan diperjuangkan, terutama dalam mewujudkan kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian bangsa dalam bidang kebudayaan.
Menurut Subekti, tantangan saat ini bukan karena generasi muda menolak Pancasila, melainkan karena minimnya figur dan keteladanan yang dapat mereka jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, YPTA Surabaya terus mengembangkan berbagai kegiatan kreatif untuk memperkenalkan kembali pemikiran Bung Karno, termasuk melalui seminar, pameran foto, dan karya seni yang diharapkan mampu mendekatkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.