Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara) melakukan "buyback" atau membeli kembali saham karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun sektor swasta memiliki proyek strategis yang fundamentalnya kuat.
Terlebih lagi, dia menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu keadaan harga-harga pasar modal sedang mengalami penurunan. Maka dari itu, menurut dia, upaya "buyback" yang dilakukan adalah langkah strategis.
"Misalnya BUMN atau Himbara itu kemudian buyback kembali, ataupun kemudian lembaga-lembaga yang melakukan investasi maupun pasar tentunya melihat bahwa sangat strategis," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis.
Di sisi lain, dia juga tidak mempermasalahkan jika investor juga membeli saham-saham swasta, sepanjang melalui mekanisme pasar. Karena, kata dia, saat ini kondisi saham swasta juga tengah mengalami penurunan.
"Termasuk swasta nasional yang strategis, sepanjang itu melalui mekanisme pasar pembeliannya, itu enggak ada masalah menurut saya. Silakan aja dibeli," kata dia.
Sebelumnya pada Selasa (9/7) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore sempat ditutup menguat dipicu oleh rencana program buyback saham-saham berkapitalisasi pasar besar (bigs caps) BUMN dan ditambah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).
"Pembahasan dan rencana buyback saham big caps seperti (anggota) Himbara (Himpunan Bank Milik Negara) yang direncanakan menjadi sentimen utama," ujar Research Analyst Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajnawi saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa (9/6).
Pewarta: Bagus Ahmad RizaldiEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.