Lamongan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lamongan memberangkatkan lima truk kontainer berisi produk ekspor tujuan Amerika, Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Asia Pasifik dalam pembukaan Lamongan EXPOrtiva 2026 Batch 3.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan peningkatan aktivitas ekspor menunjukkan geliat ekonomi daerah yang terus tumbuh serta mencerminkan potensi perdagangan internasional yang semakin berkembang.

"Ini membuktikan bahwa kegiatan ekonomi di negeri kita, khususnya di Kabupaten Lamongan, menunjukkan dinamika yang cukup baik. Secara angka, ekspor yang kita lakukan terus meningkat dari tahun ke tahun dan menunjukkan banyak potensi yang dapat dikembangkan untuk perdagangan ekspor," katanya usai membuka Lamongan EXPOrtiva 2026 di Sport Center Lamongan, Jawa Timur, Rabu.

Lima kontainer yang diberangkatkan tersebut membawa produk olahan ikan milik PT Bumi Menara Internusa, alas kaki produksi PT Buildyet Indonesia dan PT Shoetown Mustika Indonesia, furnitur dari PT Quality Works, serta produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan Lamongan.

Produk UMKM yang turut diperkenalkan dalam kegiatan tersebut antara lain Tenun Ikat Paradila, Koko Nono, Tikar Ansa, dan Kirana Food yang telah menembus pasar Malaysia, Brunei Darussalam, Timur Tengah, Dubai, dan Somalia.

Yuhronur menambahkan melalui kegiatan Lamongan EXPOrtiva menjadi upaya pemerintah daerah mendorong pengembangan ekspor, meningkatkan penggunaan produk dalam negeri, sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Gresik Asep Munandar mengapresiasi penyelenggaraan Lamongan EXPOrtiva yang dinilai mampu memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekspor yang berkelanjutan.

Menurut Asep, sejumlah perusahaan penerima fasilitas kawasan berikat di Lamongan, yakni PT Bumi Menara Internusa, PT Buildyet Indonesia, PT Shoetown Mustika Indonesia, dan PT Citi Plumb, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.

"Hingga Mei 2026, keempat perusahaan tersebut telah menyerap 12.017 tenaga kerja Indonesia dan menghasilkan devisa ekspor lebih dari Rp965 miliar," katanya.

Ia menambahkan capaian tersebut memberikan dampak berganda berupa peningkatan nilai ekspor, penyerapan tenaga kerja, penguatan aktivitas ekonomi daerah, serta kontribusi terhadap penerimaan devisa negara.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik mengatakan Lamongan EXPOrtiva 2026 berlangsung pada 10-14 Juni dan diikuti 22 tenant yang menampilkan program prioritas pembangunan daerah, produk industri unggulan, serta layanan pendukung ekspor dari Export Center Surabaya dan Bea Cukai Gresik. Selain itu, sebanyak 60 tenant UMKM dan jasa turut meramaikan pameran tersebut.

"Kami berharap kegiatan ini dapat memfasilitasi para pelaku industri untuk semakin mengembangkan usahanya di kancah internasional," ujar Anang.



Pewarta: Alimun Khakim
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026