Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, berkomitmen membantu meningkatkan efektivitas rantai distribusi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada penerima manfaat program tersebut.
Sekretaris Daerah Kota Malang Erik Setyo Santoso ditemui di Gedung DPRD Kota Malang, Rabu, mengatakan pemkot setempat memiliki peta penerima manfaat, meliputi anak usia sekolah maupun kelompok ibu menyusui, ibu hamil, dan balita (3B) yang bisa digunakan oleh SPPG dalam memprioritaskan penyaluran MBG ke titik terdekat.
"Pemerintah daerah mempunyai peta penerima manfaat, apakah itu penerima yang usia sekolah dan 3B sehingga kami bisa merekomendasikan kepada SPPG untuk titiknya yang paling dekat dengan jangkauan," kata Erik.
Dia menyampaikan bahwa dengan mengandalkan peta tersebut paket makanan yang diolah oleh SPPG bisa didistribusikan dengan cepat sehingga meminimalkan terjadinya persoalan di lapangan.
"Dengan demikian, SPPG bisa memenuhi kesesuaian tata ruang (penyaluran MBG), karena kalau memasaknya terlalu cepat tetapi pengemasan berjalan lama maka makanan bisa basi," ujar dia.
Selain itu, Erik menyatakan dalam pelaksanaan Program MBG pemerintah daerah memiliki peran untuk memberikan pendampingan supaya tata kelola operasional SPPG tetap memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh SPPG atau dapur MBG adalah kepemilikan instalasi pengolahan air limbah.
Pihaknya pun selalu melakukan pembinaan kepada SPPG agar dokumen persyaratan tersebut bisa dipenuhi.
Apabila ada dapur MBG yang kedapatan tak memenuhi syarat operasional, maka pihaknya bisa merekomendasikan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memberikan sanksi kepada SPPG terkait.
Kemudian, pendampingan lain yang dijalankan adalah memberikan pelatihan penjamah makanan bagi seluruh petugas dapur SPPG.
Erik menilai tahapan itu penting karena menjadi wadah memberikan pengetahuan tentang pola pengolahan dan penyajian makanan yang tetap memperhatikan aspek keamanan pangan.
"Termasuk cara pengemasan, pengiriman, dan lainnya," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.