Situbondo (ANTARA) - Jembatan Garuda di Dusun/ Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Rabu, mulai dibangun untuk mempermudah aktivitas masyarakat desa setempat.
Komandan Kodim 0823/ Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian mengatakan program strategis nasional itu menjadi harapan masyarakat mendapatkan akses lebih layak dan aman dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
"Jembatan Garuda ini nantinya akan menjadi penghubung aktivitas warga, mulai dari anak-anak berangkat ke sekolah, petani yang membawa hasil panen, hingga masyarakat yang menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari," kata Ferry usai peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda yang juga dihadiri Forkopimda setempat.
Dalam kesempatan itu, Dandim Ferry menyampaikan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membangun masa depan masyarakat.
Menurut dia, pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program percepatan pembangunan jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Situbondo.
"Infrastruktur yang baik seperti pembangunan jembatan yang menjadi akses utama warga akan membuka peluang kemajuan bagi desa," kata Letkol Inf Ferry.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Situbondo Akhmad Yulianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mendukung pelaksanaan pembangunan Jembatan Garuda agar berjalan lancar hingga selesai.
"Kami sangat mendukung program pembangunan Jembatan Garuda, dan ini merupakan bukti bahwa negara hadir menjawab kebutuhan akses pendidikan dan ekonomi masyarakat," katanya.
Dari pantauan, sebelum acara peletakan batu pertama, diawali dengan penyerahan bantuan sembako kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar lokasi pembangunan Jembatan Garuda.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.