Malang Raya (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur menyebut blankspot sinyal komunikasi di daerah itu pada 2026 tersisa 85 titik dari periode sebelumnya yang sebanyak 100 titik.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Malang Atsalis Supriyanto di Malang, Rabu, mengatakan, berkurangnya titik blankspot sinyal komunikasi dikarenakan masifnya dukungan pemasangan tower sinyal oleh perusahaan seluler.
"Karena sudah ada beberapa pendirian tower di beberapa titik pengembangan oleh provider, seperti di Ngantang, Pujon, sampai Karangploso akhirnya berkurang jadi 85 titik dari sebelumnya pada awal 2025 masih hampir 100an titik," kaya Atsalis.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Diskominfo Kabupaten Malang, puluhan lokasi yang masih belum dijangkau sinyal, diantaranya Desa Bandungrejo dan Desa Sumberbening di Kecamatan Bantur, Desa Druju di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading, Desa Taji di Kecamatan Jabung, dan Desa Tlogorejo di Kecamatan Pagak.
Kemudian, Desa Sukodono di Kecamatan Dampit, Desa Kambingan di Kecamatan Tumpang, Desa Sumber Agung di Kecamatan Ngantang, Desa Pait di Kecamatan Kasembon, Desa Karanganyar di Kecamatan Poncokusumo, dan Desa Pujiharjo di Kecamatan Tirtoyudo.
Ia menjelaskan salah satu kendala yang dihadapi dalam upaya pemerataan akses sinyal komunikasi dikarenakan kondisi geografis wilayah Kabupaten Malang, terutama di area lereng gunung.
"Misalnya di Tumpang itu enak lokasinya tapi begitu masuk ke sebelah timur dari Poncokusumo ke arah lereng Bromo sudah kesulitan karena banyak bukit sehingga tidak bisa dijangkau," ucap dia.
Sebagai upaya pemerataan akses sinyal komunikasi, dinas terkait terus menggencarkan koordinasi dengan seluruh perusahaan telekomunikasi sehingga titik blankspot bisa terus berkurang secara bertahap.
Khusus di wilayah dataran tinggi, pihaknya juga melakukan komunikasi dengan perusahaan penyedia jaringan guna mencari opsi perangkat pemancar sinyal dengan ukuran lebih kecil sebagai pengganti tower.
Atsalis juga menyampaikan penurunan titik belum terjangkau sinyal juga dikarenakan upaya masyarakat di seluruh wilayah desa secara swadaya melakukan pemasangan internet portabel.
"Kalau tidak ada model seperti itu nyatanya pihak seluler masih berpikir untuk memasang (tower) karena biaya operasionalnya terlalu tinggi dan khawatir pelangganya tidak ada," kata dia.
Selain itu, ia mengaku optimistis penyelesaian masalah pemerataan sinyal bisa semakin cepat dengan berjalannya pelaksanaan proyek pembangunan sekolah rakyat yang direncanakan ditempatkan di Kabupaten Malang bagian selatan.
"Kalau Malang Selatan, termasuk Sendang Biru berarti sudah bisa dijangkau sampai ke wilayah jalur lintas selatan (JLS). Kementerian Komunikasi dan Digital sudah ke PT Telkom, artinya bisa membantu karena ini proyek nasional," tutur dia.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.