Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong sektor jasa konstruksi memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah dan menyerap lebih banyak tenaga kerja melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.

“Mari kita bangun sektor jasa konstruksi yang semakin profesional, berdaya saing, berintegritas dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, asosiasi profesi, asosiasi pengembang perumahan, asosiasi badan usaha, produsen bahan bangunan, akademisi dan insan konstruksi diperlukan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan.

“Saya optimistis kolaborasi dan sinergi yang dibangun mampu menciptakan lapangan kerja yang lebih luas, meningkatkan produktivitas ekonomi daerah, serta mendukung terwujudnya Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Khofifah mengatakan Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, investasi dan konektivitas nasional dengan kontribusi sekitar 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menurut dia, peran tersebut harus ditopang pembangunan infrastruktur yang berkualitas, aman, tangguh dan berkelanjutan melalui penguatan konektivitas antarwilayah, pengembangan kawasan industri dan logistik, peningkatan infrastruktur sumber daya air, pembangunan fasilitas pelayanan publik, serta sistem transportasi yang terintegrasi.

Ia menegaskan pembangunan sektor konstruksi harus berlandaskan prinsip kualitas, integritas dan keberlanjutan karena kualitas infrastruktur akan menentukan kualitas pelayanan publik, produktivitas ekonomi dan daya saing daerah.

“Jasa konstruksi memiliki peran penting untuk pembangunan infrastruktur di Jawa Timur, sumber daya manusia berkualitas di sektor ini berpengaruh terhadap kualitas pelayanan publik yang diberikan,” ujarnya.

Khofifah menilai sektor konstruksi saat ini menghadapi tantangan sekaligus peluang besar seiring perkembangan teknologi, mulai dari digitalisasi konstruksi, Building Information Modeling (BIM), kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), konstruksi hijau, efisiensi energi, hingga peningkatan standar keselamatan kerja.

Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) konstruksi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar agar pelaku jasa konstruksi mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

 



Pewarta: Willi Irawan
Uploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026