Jember, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menutup 11 perlintasan liar di tiga kabupaten di wilayah kerjanya, yakni Kabupaten Jember, Banyuwangi dan Probolinggo demi memperkuat aspek keselamatan perjalanan kereta api menjelang masa libur sekolah.
"Berdasarkan hasil evaluasi, penyebab utama insiden terjadinya kecelakaan adalah faktor kelalaian dan pelanggaran pengguna jalan yang tidak patuh terhadap rambu-rambu dan aturan keselamatan di perlintasan sebidang," kata Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9, Cahyo Widiantoro di Jember, Selasa.
Untuk mengantisipasi kecelakaan, lanjut dia, salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah percepatan penutupan perlintasan liar yang berpotensi membahayakan masyarakat maupun perjalanan kereta api.
Sepanjang tahun 2026, KAI Daop 9 Jember telah menutup 11 perlintasan liar yang teridentifikasi dan penutupan tersebut dilakukan oleh tim teknis KAI guna memastikan perlintasan yang telah ditutup agar tidak kembali digunakan oleh masyarakat.
"Titik perlintasan liar yang ditutup berada di wilayah Kabupaten Jember sebanyak 3 titik, Kabupaten Banyuwangi 7 titik dan Kabupaten Probolinggo 1 titik," tuturnya.
Cahyo mengatakan langkah itu menjadi bagian dari upaya serius KAI dalam menekan angka kecelakaan di jalur kereta api, karena sepanjang tahun 2026, tercatat telah terjadi 3 kali kejadian temperan di perlintasan sebidang wilayah Daop 9, yakni 2 kejadian temperan terjadi di Kabupaten Probolinggo di perlintasan sebidang petak jalan Probolinggo - Leces dan petak jalan Grati - Bayeman
"Kemudian, 1 kejadian temperan terjadi di Kabupaten Jember di petak jalan Arjasa - Kotok yang menyebabkan satu korban meninggal dunia," katanya.
Menurutnya, penutupan perlintasan liar merupakan salah satu fokus utama perusahaan dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat.
“Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Penutupan perlintasan liar menjadi langkah preventif yang terus kami lakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan," ujarnya.
Selain penutupan perlintasan liar, KAI Daop 9 Jember juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang, sehingga pengguna jalan diwajibkan berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, baik pada perlintasan yang dijaga maupun tidak dijaga.
Melalui berbagai langkah preventif yang terus dilakukan, termasuk penutupan perlintasan liar, sosialisasi keselamatan, dan pengawasan di lapangan, KAI Daop 9 Jember berkomitmen untuk memastikan perjalanan kereta api tetap selamat, aman, dan lancar selama masa libur sekolah tahun 2026.
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.