Kota Probolinggo, Jatim (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk menjaga daya beli masyarakat dan mengendalikan laju inflasi dengan menggelar pasar murah di beberapa daerah.
"Pasar murah bukan sekadar kegiatan penjualan bahan pokok dengan harga terjangkau, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas inflasi daerah," kata Khofifah dalam keterangannya di Kota Probolinggo, Selasa.
Menurut dia, kegiatan pasar murah sebagai upaya pengendalian inflasi, ketahanan pangan serta menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memperkuat daya beli masyarakat, sehingga pihaknya sudah menggelar Pasar Murah ke-76 tahun 2026 di Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang, Kota Probolinggo, Senin (8/6).
"Pasar murah merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau, sehingga daya beli masyarakat dapat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat dikendalikan," tuturnya.
Baca juga: BPS: Nilai ekspor Jatim Januari-April 2026 naik 2,57 persen
Ia mengatakan komoditas yang dihadirkan dalam setiap gelaran pasar murah selalu disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat dan perkembangan harga di lapangan, terutama komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi pangan.
Khofifah berharap kegiatan pasar murah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena terbukti menjadi instrumen efektif dalam menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
"Harapannya melalui kegiatan itu dapat melakukan stabilisasi harga dan pengendalian inflasi secara lebih efektif," katanya.
Baca juga: BPS Jatim: Minyak goreng hingga bawang picu inflasi Mei 1,43 persen
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, Bulog, distributor, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga pangan.
"Saya juga mengapresiasi Pemerintah Kota Probolinggo yang dinilai berhasil menjaga inflasi daerah sehingga memperoleh penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ujarnya.
Beberapa komoditas yang dijual di pasar murah yakni beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, dan tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Baca juga: Khofifah gencarkan pasar murah guna kendalikan inflasi
Selain itu tersedia pula telur ayam ras Rp22.000 per paket, daging ayam ras Rp30.000 per paket, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, serta paket cabai Rp5.000 per 200 gram yang menjadi salah satu komoditas yang banyak diminati masyarakat.
Selain menyediakan kebutuhan pokok, pasar murah juga menghadirkan berbagai produk unggulan Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai upaya mendukung penguatan ekonomi lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha daerah.
Baca juga: Riuh sunyi di rak sembako
Pewarta: Zumrotun SolichahEditor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.