Bangkalan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur memastikan beras bantuan pangan yang disalurkan Perum Bulog Cabang Madura kepada masyarakat di Tanah Merah berkualitas baik.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Kabupaten Bangkalan CHK Karyadinata di Bangkalan, Selasa, menjelaskan kualitas beras yang disalurkan Bulog telah memenuhi standar.
"Saya melihat langsung kondisi beras yang akan dibagikan kepada masyarakat. Dari segi warna dan kebersihan sangat baik, tidak ada kutu dan tidak berbau apek," katanya seusai menghadiri penyaluran bantuan di Desa Pettong, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan.
Menurut dia, pemerintah daerah bersama Bulog terus berupaya memastikan bantuan yang diterima masyarakat memiliki kualitas yang layak. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap program bantuan pangan nasional.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan terhadap proses distribusi agar bantuan yang disalurkan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Penilaian positif juga datang dari pemerintah desa.
Kepala Desa Pettong Ainul Yaqin menyebut, beras bantuan yang diterima warganya kali ini dalam kondisi baik, putih, dan bersih.
"Beras yang disalurkan saat ini putih dan bersih. Masyarakat merasa senang menerimanya," katanya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah desa dan Bulog Madura dapat terus berjalan dengan baik sehingga distribusi bantuan pangan berikutnya berlangsung lancar tanpa kendala.
Di tingkat penerima manfaat, respons serupa juga disampaikan warga.
Salah seorang Penerima Bantuan Pangan, Fatur Rozi mengaku puas dengan kualitas beras yang diterimanya.
"Beras yang saya terima bagus dan bersih. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga," ujarnya.
Rozi berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut karena dinilai mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah kebutuhan pokok yang terus meningkat.
Pewarta: Abd AzizUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.