Kediri (ANTARA) - Kepolisian Resor Blitar, Jawa Timur, membubarkan praktik sabung ayam di Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, karena dinilai sudah meresahkan warga sekitar.
Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Saeful Muheni, Senin mengatakan arena judi sabung ayam itu berhasil terungkap berkat partisipasi aktif dari masyarakat. Anggota langsung ke lokasi tepatnya Dusun Kemloko, Desa Sidodadi, Kecamatan Garum dan mendapati adanya aktivitas sabung ayam tersebut.
"Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengecekan dan penindakan terhadap sarana yang diduga digunakan sebagai tempat aktivitas perjudian sabung ayam. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, ditemukan sejumlah fasilitas yang mengindikasikan adanya aktivitas tersebut," katanya di Blitar.
Ia mengatakan praktik itu diketahui belum lama. Masyarakat sangat resah dengan aktivitas sabung ayam itu. Masyarakat juga khawatir adanya praktik itu mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat.
Pihaknya menambahkan, sebagai langkah tegas aparat kepolisian langsung melakukan pembubaran dan pembongkaran tempat tersebut.
"Tindakan ini dilakukan untuk memastikan lokasi tersebut tidak lagi digunakan untuk kegiatan serupa yang meresahkan masyarakat," kata dia.
Dalam kasus tersebut, masyarakat hanya mendapati barang bukti. Seluruh barang bukti juga sudah diamankan oleh petugas.
Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut dan melaporkan jika mendapati praktik-praktik yang mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat termasuk sabung ayam.
Masyarakat juga bisa melaporkan secara langsung ke kantor polsek setempat atau ke Mapolres Blitar, sehingga petugas pun juga bisa menindaklanjutinya.
Pihaknya menegaskan langkah yang dilakukan polisi merupakan gerak cepat untuk menjaga ketentraman dan ketertiban di masyarakat.
Hal tersebut juga sesuai dengan imbauan dari Kapolres Blitar AKBP Rivanda agar anggota selalu menjaga disiplin, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kapolres, kata dia, juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dengan mengedepankan sikap humanis, responsif, dan profesional dalam setiap pelaksanaan tugas untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Muheni menambahkan Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar terus menjaga soliditas internal, memperkuat sinergitas dengan 3 Pilar, TNI, Babinsa Kepala desa Pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.
Selain itu, juga diperhatikan beberapa hal misalnya marak adanya warga yang bunuh diri, bahaya petasan, kenakalan remaja akibat penyalahgunaan narkoba, laka lantas, penipuan melalui daring, kejahatan pencurian kendaraan bermotor, hingga penyakit masyarakat.
"Langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat atas laporan masyarakat sekaligus komitmen Polri dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," kata Muheni.
Pewarta: Asmaul ChusnaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.