Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Tulungagung mempercepat penyaluran bantuan pangan (banpang) dan mengoptimalkan distribusi beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) guna menjaga stabilitas harga beras di wilayah Tulungagung, Blitar, Kabupaten Blitar dan Trenggalek, Jawa Timur.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan, Senin, mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mengantisipasi potensi kenaikan harga beras di pasaran.

"Kami mendukung langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran bantuan pangan dan optimalisasi distribusi beras SPHP di wilayah kerja kami," katanya.

Menurut Yonas, stok beras yang dikuasai Bulog secara nasional saat ini mencapai sekitar 5,3 juta ton.

Sementara itu, stok beras yang tersedia di Perum Bulog Cabang Tulungagung mencapai sekitar 85 ribu ton dan dinilai mencukupi untuk mendukung berbagai program pemerintah.

Hingga awal Juni 2026, realisasi penyaluran bantuan pangan di wilayah kerja Bulog Tulungagung telah mencapai 55,72 persen atau sekitar 260 ribu penerima bantuan pangan (PBP) dari total target 465 ribu PBP.

Khusus di Kabupaten Tulungagung, bantuan pangan telah tersalurkan kepada sekitar 85 ribu PBP atau 56,67 persen dari target 150 ribu PBP.

Bulog menargetkan seluruh penyaluran bantuan pangan di empat wilayah kerjanya dapat selesai sebelum akhir Juni 2026.

"Percepatan bantuan pangan diharapkan dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen," ujarnya.

Selain itu, Bulog terus menggelontorkan beras SPHP melalui pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), dan jaringan pengecer resmi agar masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Yonas memastikan pasokan beras di wilayah Tulungagung dan daerah sekitarnya dalam kondisi aman dengan dukungan cadangan beras pemerintah yang siap digunakan sewaktu-waktu untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

"Kami memastikan stok beras mencukupi dan akan terus bersinergi dengan pemerintah serta pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat," katanya.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026