Situbondo (ANTARA) - Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Situbondo Husna Laili menyatakan kesiapan pihaknya memodernisasi unit donor darah (UDD) setempat dalam upaya meningkatkan kualitas darah.
"Dalam lima tahun ke depan, ada tiga fokus utama yang akan kami kerjakan, termasuk salah satunya bagaimana memodernisasi unit donor darah, sehingga dapat meningkatkan kualitas darah di Situbondo," kata Mbak Una, sapaan akrabnya, usai dilantik menjadi ketua PMI setempat periode 2026-2031 di Pendopo Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Senin.
Selain modernisasi unit transfusi darah di Situbondo, PMI juga perlu penguatan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) seluruh kader PMI di tingkat desa dan di sekolah-sekolah dan sekaligus peningkatan semangat kemanusiaan.
Ia mengatakan kader PMI hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana alam, mengingat di wilayah barat Situbondo rawan bencana alam banjir.
"Tidak hanya itu, kami juga ingin PMI turut melaksanakan kegiatan mitigasi kebencanaan, mengingat PMI adalah mitra strategis pemerintah daerah, dan harapannya mendapat dukungan penuh dari Pemkab Situbondo," kata dia.
Mbak Una menambahkan, kolaborasi pentahelix bersama pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha dan media dibutuhkan untuk menyukseskan program-program PMI yang terfokus dalam tiga hal utama tersebut.
"Kami mengajak semuanya bergerak bersama, kolaborasi pentahelix dalam mencapai tujuan PMI harus kita terapkan," kata dia.
Ketua PMI Provinsi Jawa Timur Imam Utomo menyampaikan bahwa pengurus PMI yang baru dilantik resmi sebagai relawan dan memiliki tugas pokok penting yakni kemanusiaan.
"Dua tugas pokok penting, selain kemanusiaan ketika ada bencana, dan mengumpulkan donor darah. PMI tidak berafiliasi ke mana-mana, dan PMI tugasnya adalah kemanusiaan seperti membantu warga jika terdapat bencana, ketika bencana terjadi, maka enam jam setelah peristiwa sudah di lokasi," katanya.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.