Tahun ini Wismilak Foudation kembali mendukung perpustakaan sekolah dengan menyediakan buku-buku bacaan yang dapat mendukung pengembangan karakter dan literasi murid
Surabaya (ANTARA) - Wismilak Foundation memperkuat literasi membaca dan pendidikan digital berkelanjutan bagi pelajar melalui Program AksiLiterasi Wismilak 2026 di Surabaya dan sekitarnya.
“Tahun ini Wismilak Foudation kembali mendukung perpustakaan sekolah dengan menyediakan buku-buku bacaan yang dapat mendukung pengembangan karakter dan literasi murid," kata perwakilan Wismilak Foundation Anastesya Ftaraya saat dijumpai di kegiatan Walk for Autism 2026 di Surabaya, Minggu.
Anastesya menjelaskan pihaknya juga telah menjalankan program berkelanjutan untuk pembelajaran koding serta kecerdasan buatan (AI) yang disesuaikan dengan jenjang sekolah untuk memperkuat implementasi program AksiLiterasi Wismilak.
Melalui Program AksiLiterasi Wismilak 2026, Wismilak Foundation menyasar sekolah-sekolah di Surabaya dan sekitarnya untuk memperkuat budaya membaca dan literasi digital.
Dalam kegiatan Walk for Autism 2026 yang diselenggarakan oleh Junior Chamber International East Java, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dharma Wanita Persatuan (DWP), dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Timur, Wismilak Foundation menyerahkan paket buku bacaan bagi 30 perpustakaan sekolah di Surabaya, termasuk sekolah inklusi.
“Pada prinsipnya, keterlibatan dan harmonisasi banyak pihak untuk mendukung dunia pendidikan sangat esensial dilakukan, untuk memastikan seluruh anak di Indonesia mendapatkan hak dalam memperoleh pendidikan yang inklusif serta berkualitas," ujarnya.
Program AksiLiterasi Wismilak telah berjalan sejak 2015 dengan dua fokus utama, yakni AksiLiterasi Membaca dan AksiLiterasi Digital.
Program tersebut dijalankan melalui penyediaan buku bacaan bagi perpustakaan sekolah serta pendidikan digital yang mencakup pembelajaran koding, robotik, dan kecerdasan buatan.
Wismilak Foundation menilai peningkatan kualitas proses pembelajaran dan penyediaan program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masa depan menjadi faktor penting dalam mencetak generasi berkualitas.
Di bidang literasi digital, program pembelajaran koding dan robotik yang telah memasuki tahun keempat akan diperkuat melalui penyelenggaraan festival koding tingkat sekolah di Surabaya pada Juli 2026.
Melalui Impact Festival 2026, sekolah-sekolah binaan Wismilak Foundation, termasuk sekolah inklusi, akan menampilkan hasil karya peserta didik di bidang koding dan robotik. Festival tersebut juga terbuka bagi sekolah lain yang ingin berpartisipasi.
"Saat ini kami tengah fokus mempersiapkan penyelenggaraan Impact Festival pada Juli,” tutur Anastesya.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Maju (DPD PIM) Jawa Timur sekaligus Ketua Dharma Wanita Persatuan Inspektorat Jawa Timur, Iis Hendro Gunawan, mengapresiasi konsistensi Wismilak Foundation dalam mendukung pendidikan berkelanjutan.
“Kolaborasi bersama Wismilak Foundation telah berjalan selama ini dan kita bergerak dengan tujuan yang sama, bagaimana akses pendidikan dengan mudah diperoleh untuk setiap anak dan mereka tanpa terkecuali memperoleh perjalanan pendidikan yang tepat serta setara,” ujar Iis.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.