Fashionology 2026 adalah perayaan atas proses, ketekunan, dan transformasi para mahasiswa selama empat tahun belajar

Surabaya (ANTARA) - Universitas Ciputra (UC) Surabaya mencetak fashionpreneur muda siap bersaing di tingkat global melalui Fashionology 2026 yang menampilkan karya inovatif mahasiswa dengan mengangkat isu keberlanjutan, budaya, teknologi, dan perubahan sosial.

"Fashionology 2026 adalah perayaan atas proses, ketekunan, dan transformasi para mahasiswa selama empat tahun belajar," kata Ketua Program Studi Fashion Product Design and Business sekaligus Ketua Fashionology 2026 Yoanita Kartika Sari Tahalele, B.A., M.A., di Surabaya, Sabtu.

Fashionology 2026 merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan Program Studi Fashion Product Design and Business Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra Surabaya pada 5–7 Juni 2026 di Ciputra World Surabaya.

Mengusung tema "The Liminal", kegiatan tersebut mengajak pengunjung memahami ruang transisi antara dunia akademik dan profesional, tradisi dan inovasi, serta tantangan masa kini dan peluang masa depan melalui perspektif fesyen.

Dia menjelaskan di balik setiap koleksi terdapat riset, eksplorasi, kreativitas, dan keberanian untuk menawarkan solusi melalui desain.

"Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional dengan percaya diri, membangun jejaring yang lebih luas, serta berkontribusi bagi perkembangan industri fashion Indonesia dan dunia," ujarnya.

Sebanyak 56 mahasiswa tingkat akhir menampilkan koleksi dalam berbagai kategori, mulai dari evening wear, streetwear, modest wear hingga childrenswear.

Setiap koleksi lahir dari proses riset dan eksplorasi yang mengangkat isu keberlanjutan lingkungan, pelestarian budaya, identitas generasi muda, serta perubahan sosial di masyarakat.

Sejumlah karya memanfaatkan limbah tekstil menjadi produk bernilai tambah, mengadaptasi budaya lokal ke dalam desain kontemporer, hingga menghadirkan kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sebanyak 10 mahasiswa semester enam juga mempresentasikan hasil real client project bersama UMKM Batik Reog Ponorogo sebagai bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri kreatif dalam mendukung pemberdayaan ekonomi lokal.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Fashionology turut menghadirkan peserta dari lima perguruan tinggi mitra internasional, yakni Tsinghua University (China), Shih Chien University (Taiwan), Manchester Metropolitan University (Inggris), Swinburne University (Australia), dan Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT) Malaysia.

Partisipasi perguruan tinggi luar negeri tersebut memperkuat posisi Fashionology sebagai platform internasional yang mempertemukan talenta muda dari berbagai negara untuk bertukar gagasan mengenai masa depan industri fesyen di tengah perkembangan teknologi, perubahan tren, dan tuntutan keberlanjutan.

Melalui Fashionology 2026, Universitas Ciputra Surabaya tidak hanya menampilkan karya akademik mahasiswa, tetapi juga menyiapkan lulusan yang memiliki kemampuan kreatif, pemahaman bisnis, serta daya saing global untuk memasuki industri fesyen profesional.



Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026