Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur menyiapkan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk memperbaiki 25 sekolah dasar (SD) yang mengalami kerusakan pada 2026.
Kabid SD Disdik Tulungagung Dwi Teguh Prasetya di Tulungagung, Jumat, mengatakan perbaikan tersebut merupakan program pemeliharaan bangunan sekolah yang telah direncanakan sejak awal tahun anggaran.
“Perbaikan yang dilakukan berupa pemeliharaan terhadap kerusakan yang ada dan bukan pembangunan ruang kelas baru,” katanya.
Hasil pemetaan Disdik menunjukkan sedikitnya 25 SD mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda-beda, mulai ringan hingga sedang, sehingga membutuhkan penanganan agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal.
Disdik memperkirakan kebutuhan anggaran per sekolah rata-rata Rp150 juta. Namun, besaran anggaran yang diterima masing-masing sekolah akan disesuaikan dengan tingkat kerusakan bangunan.
“Total anggaran yang kami siapkan sekitar Rp3 miliar. Nilainya akan disesuaikan dengan kondisi kerusakan di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Dwi menambahkan sebagian besar pekerjaan yang dilakukan berupa perbaikan skala ringan melalui program pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan dasar.
Sementara itu, perbaikan dua ruang kelas rusak berat di SDN 1 Babadan direncanakan dilakukan setelah Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.
Usulan perbaikan SDN 1 Babadan masih akan dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Tulungagung untuk dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun berjalan.
“Khusus SDN 1 Babadan akan kami usulkan pada PAK setelah melalui pembahasan bersama TAPD dan DPRD,” kata Dwi.
Pewarta: Destyan H. SujarwokoEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.