Madiun (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur, menggelar kegiatan sosial khitanan massal gratis yang diikuti oleh 120 anak, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan khitan merupakan bagian dari budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
"Khitanan ini adalah budaya yang harus kita lestarikan. Karena itu, Madiun Khitan menjadi kegiatan rutin yang terus kami jaga pelaksanaannya setiap tahun," ujar Bagus saat kegiatan Madiun Khitan di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Kamis.
Menurutnya, peserta yang mengikuti khitan massal merupakan bagian dari generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemerintah berupaya memberikan perhatian dan dukungan agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan berkualitas.
"Hari ini ada 120 peserta. Masa depan adik-adik inilah yang akan menentukan masa depan bangsa. Saya berharap mereka bisa menjadi generasi penerus yang menyongsong Indonesia Emas 2045," katanya.
Penyelenggaraan Madiun Khitan tidak hanya melibatkan pemerintah daerah, tetapi juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Yayasan Nurul Hayat yang turut memberikan bantuan serta bingkisan kepada peserta.
Ia menilai kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masa depan anak-anak adalah tanggung jawab bersama," kata Bagus.
Sementara itu, masyarakat Kota Madiun antusias mengikuti kegiatan khitan massal tersebut, yang terlihat dengan jumlah peserta sebanyak 120 anak dari berbagai daerah di wilayah Kota Madiun.
Meski terdapat sejumlah anak yang ketakutan dan menangis, namun secara umum acara sosial khitan massal tersebut berjalan lancar.
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.