Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota Surabaya bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia (RI) menyosialisasikan perlindungan sosial digital terintegrasi (Perlinsos Digital) kepada warga.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi dan Budaya Komdigi RI Wijayakusuma Wardana dalam keterangannya di Surabaya, Kamis mengatakan, sosialisasi ini bagian dari uji coba implementasi Perlinsos Digital kepada beberapa warga yang ada di dalam Desil 1 sampai 4.
"Tujuan sosialisasi ini untuk mengintegrasikan pelaksanaan penyaluran bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah pusat agar tepat sasaran," ujarnya.
Saat sosialisasi dan dilakukan uji coba, Wijayakusuma menyebutkan, sempat terjadi beberapa kendala pada saat warga melakukan pendaftaran Perlinsos Digital.
Ia mengatakan sistem ini akan terus dilakukan uji coba secara terus menerus untuk meminimalisir terjadinya kendala di kemudian hari.
“Kendala ini sudah kita lihat, dan sudah ditemukan solusinya, alhamdulillah sudah ditemukan dan sudah bisa berjalan. Dan ini memang harus terus menerus dilakukan pelatihan dan uji coba, baik dari agen maupun mandiri,” ujarnya.
Wijayakusuma berharap, sosialisasi Perlinsos Digital bisa berjalan baik sehingga ke depannya bisa dilakukan uji coba di tempat lain.
“Mudah-mudah program digitalisasi Bansos melalui Perlinsos ini, program pemerintah akan lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan juga tepat waktu,” tuturnya.
Pelaksana harian (Plh) Direktur IDLN Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri, Mensuseno mengatakan, Surabaya saat ini dijadikan sebagai salah satu kota pilot project Perlinsos Digital oleh Pemerintah Pusat.
Dalam penerapannya, penerima Bansos tidak harus memiliki perangkat elektronik, karena pemkot telah menyiapkan agen atau ASN Pendamping untuk membantu warga melakukan pendaftaran Perlinsos Digital.
"Bagi yang memiliki perangkat elektronik atau telepon seluler, juga bisa melakukan pendaftaran secara mandir," ucapnya.
Kepala Diskominfo Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, bahwa pemkot telah menyiapkan agen atau ASN Pendamping untuk memudahkan warga untuk melakukan pendaftaran Perlinsos Digital.
Agen-agen itu terdiri dari Ketua RT, Ketua RW, hingga ASN. Jumlah agen yang tersedia di Kota Surabaya ada sekitar 12.500 orang yang siap membantu warga untuk mendaftar Perlinsos Digital.
“Jadi, bagi warga yang belum IKD atau mereka tidak punya handphone yang support untuk IKD, mereka daftarnya melalui agen Perlinsos ini. Jadi, walaupun mereka belum punya IKD, siapapun berhak untuk mendaftar di Perlinsos ini. Agen ini fungsinya adalah mendaftarkan warga yang tidak mempunyai peralatan yang mendukung terhadap Perlinsos untuk didaftarkan,” kata Eddy.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.