Kalau pencemaran semakin banyak tentu mengganggu keseimbangan

Malang Raya (ANTARA) - Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (UNIKAMA) bersama Grand Mercure Malang Mirama melakukan pengolahan limbah organik menjadi pakan hewan ternak dari sampah makanan atau food waste.

Dosen Fakultas Peternakan UNIKAMA Dr Tri Ida Wahyu Kustyorini di Kota Malang, Jawa Timur, mengatakan, kolaborasi yang dilakukan menjadi bagian mendukung Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang diperingati pada Jumat (5/6), sekaligus meminimalkan dampak pencemaran akibat penumpukan sampah makanan.

"Ini bentuk dukungan terhadap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia karena pengolahan limbah sisa makanan sifatnya urgent untuk menjaga kelangsungan alam. Kalau pencemaran semakin banyak tentu mengganggu keseimbangan," kata Ida.

Dalam prosesnya, Ida bersama rekan-rekannya menjadikan sisa nasi hingga sayuran yang didapatkan dari hotel tersebut untuk diolah menjadi pakan ternak.

Sampah makanan yang digunakan itu dicampur dengan dedak, kemudian diberikan cairan fermentor dengan kandungan mikroba untuk mempercepat fermentasi.

Dia menjelaskan lama waktu produksi hingga masa panen ditentukan dari jenis bahan yang digunakan.

"Kalau pakan yang tidak tinggi serat bisa selesai satu minggu tetapi ketika bahannya tinggi serat, seperti sayuran minimal dua minggu baru bisa dimanfaatkan," ucapnya.

Selain dengan hotel, pihaknya juga memiliki rencana untuk memanfaatkan sampak organik yang dihasilkan dari produsen keripik hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sementara itu, Manajer Operasional Grand Mercure Mirama Malang Wahyu Widianto, mengatakan volume sampah yang dihasilkan terbilang fluktuatif karena bergantung pada okupansi harian.

"Kalau kuota sarapan mencapai 250 orang sampah makanan yang dihasilkan sekitar delapan hingga 10 kilogram tapi itu bisa meningkat menjadi 13-15 kilogram ketika jumlah (tamu) mencapai 400 sampai 500 orang," ujar dia.

Ia menyampaikan volume 15 kilogram sampah sisa makanan merupakan ambang batas maksimal yang ditetapkan sebagai standar operasional prosedur.

"Langkah preventif melalui pengelolaan kembali dilakukan oleh tim dapur," katanya.



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026