Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB membentuk generasi pintar dan benar untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui penguatan karakter dan prestasi.
Hal tersebut disampaikan Khofifah saat melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
"Inilah sebuah ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan anak pintar dengan sederet prestasi, tetapi ya pintar, ya benar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Yang tentunya kita harapkan ilmunya manfaat barokah supaya menjadi amal jariyah kita semua," kata dia di Surabaya, Kamis.
Menurut Khofifah, kepala sekolah memiliki peran strategis dalam menerjemahkan kebijakan pendidikan sekaligus memastikan layanan pendidikan berdampak langsung bagi peserta didik dan masyarakat.
Ia mengatakan Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah peserta didik terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Pada 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima melalui SNBP dan 24.213 siswa diterima melalui SNBT.
"Kerja keras yang luar biasa ini ditunjukkan SMK Puri Mojokerto kemudian SMA Cerme Gresik termasuk di pemerataan pendidikan di Madura melalui program Mama Mau Naik Kelas. Mama - Madura maju, Mau - Madura unggul dan Naik Kelas - Madura naik kelas. Hasilnya sangat signifikan meningkatkan prestasi siswa baik SNBP kemarin dan SNBT yang baru diumumkan artinya setiap kerja keras tidak akan mengkhianati hasil," katanya.
Khofifah menilai capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua hingga pemerintah daerah.
Ia berharap kepala sekolah mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan berorientasi masa depan untuk menyiapkan generasi yang kelak mengisi berbagai posisi strategis saat Indonesia memasuki usia emas pada 2045.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan 65 kepala sekolah yang dilantik terdiri atas 30 guru yang dipromosikan menjadi kepala sekolah serta 35 kepala sekolah hasil mutasi dan rotasi.
Menurut Aries, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melalui proses seleksi, evaluasi, dan pendidikan calon kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.