Probolinggo, Jawa Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kelayakan operasionalnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur memimpin monev ke SPPG Sumberlele dan SPPG Sidomukti di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Kamis.

"Monev tersebut melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memastikan penyelenggaraan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan," kata Abdul Ghafur di Probolinggo.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan langsung terhadap tata kelola SPPG, khususnya terkait pengelolaan sampah, Instalasi Pengolahan Air Limbah (Ipal) serta pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Ia mengatakan monev dilakukan sebagai langkah memastikan seluruh SPPG memiliki standar operasional yang baik dan memenuhi ketentuan yang berlaku dengan tujuan monitoring dan evaluasi SPPG kali ini adalah untuk memastikan tata kelola SPPG berjalan dengan baik.

"Yang menjadi perhatian utama adalah pengelolaan sampah, kemudian pengelolaan Ipal dari SPPG dan pemenuhan persyaratan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi. Semua indikator tersebut harus dipenuhi agar pelayanan berjalan sesuai standar,” katanya.

Menurutnya, tim monev tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada pengelola SPPG agar mampu memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditentukan.

"Kami hadir bukan semata-mata untuk mencari kekurangan atau temuan di lapangan, tetapi juga memberikan solusi yang konstruktif. Sarannya adalah seluruh indikator dalam persyaratan harus dipenuhi, sehingga SPPG dapat beroperasi dengan baik, aman dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Ia berharap kualitas penyelenggaraan program MBG melalui SPPG terus meningkat, sehingga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar maupun penerima manfaat.

“Harapannya SPPG semakin baik dari waktu ke waktu, sehingga tingkat kepuasan terhadap penyelenggaraan layanan juga meningkat. Dampaknya tidak hanya baik bagi lingkungan sekitar, tetapi juga bagi penerima manfaat melalui penyajian menu yang sehat, berkualitas dan layak konsumsi,” ujarnya.

Terkait adanya beberapa SPPG yang sempat ditutup sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Ghafur mengingatkan seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Probolinggo agar senantiasa mematuhi petunjuk teknis dan tata kelola yang telah ditetapkan.

“Imbauan kami kepada seluruh pengelola SPPG agar mematuhi tata kelola yang telah digariskan dalam petunjuk teknis oleh BGN. Kepatuhan terhadap standar dan aturan menjadi kunci agar pelayanan dapat berjalan optimal, aman dan berkelanjutan," katanya.



Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026