Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengimbau masyarakat agar mempererat hubungan keluarga untuk melindungi perempuan dan anak dari kasus kekerasan.

“Kami pernah melakukan survei bersama Forum Anak Nasional di Jawa Tengah. Dalam waktu satu minggu, lebih dari 20 ribu anak mengisi survei tersebut. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah, “Kalau kalian memiliki masalah, kalian akan bercerita kepada siapa?”. Hasilnya, hanya sekitar 20 persen yang menjawab akan bercerita kepada orang tua,” kata Arifah di Balai Kota, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, 80 persen anak tersebut memilih untuk bercerita kepada teman-temannya dibandingkan dengan keluarga.

Arifah mengatakan hasil survei itu menunjukkan ada sesuatu yang harus diperbaiki di tengah keluarga. Sebab, terbukti banyak anak-anak yang merasa tidak nyaman bercerita dengan keluarga mereka sendiri.

Dengan mempererat jalinan keluarga, kata dia, maka dapat ikut memperkuat perlindungan terhadap anak maupun perempuan dari kasus kekerasan.

“Penguatan yang paling mendasar harus dimulai dari keluarga. Kita perlu memberikan pemahaman, edukasi, dan literasi yang kuat di lingkungan keluarga agar semua pihak semakin terlindungi,” jelas Arifah.

Lebih lanjut, dia menuturkan Kementerian PPPA mengangkat tema “Bangkit Bersama Melawan Kekerasan” pada Hari Kebangkitan Nasional dengan tagline "Kami tidak mau menjadi korban dan tidak mau menjadi pelaku.”

Arifah menegaskan apabila kesadaran itu tumbuh dari diri sendiri dan diperkuat dengan lingkungan keluarga, maka kekerasan dapat dicegah.

“Basis utama pencegahan kekerasan adalah keluarga. Saat ini, masih banyak orang tua yang tidak mengetahui bahwa anaknya mengalami kekerasan karena anak tidak berani bercerita kepada orang tuanya,” ungkap Arifah. 



Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026