Mojokerto (ANTARA) - Pemerintah Kota Mojokerto menggandeng berbagai organisasi perempuan di kota setempat untuk memperkuat upaya deteksi dini kanker leher rahim melalui skrining Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Jatim, Rabu, mengatakan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan angka kematian akibat kanker leher rahim yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan.
"Kami membutuhkan bantuan panjenengan (anda) semua untuk menyampaikan kepada seluruh anggota organisasi perempuan agar mau melakukan pemeriksaan IVA. Semua layanan ini gratis, tinggal datang ke puskesmas terdekat," katanya saat membuka Rapat Koordinasi dalam Rangka Deteksi Dini Kanker Leher Rahim di Lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto yang berlangsung di Pendapa Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto.
Menurut Ning Ita, sapaan akrab wali kota itu, melalui pemeriksaan IVA, potensi kanker dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
"Kita diberi tugas untuk mendeteksi sedini mungkin agar tidak banyak perempuan yang meninggal karena kanker leher rahim. Kalau dari pemeriksaan IVA diketahui ada indikasi positif, maka bisa segera dilakukan upaya pengobatan," ujarnya.
Ia menyoroti masih banyak perempuan yang enggan melakukan pemeriksaan kesehatan sehingga baru mengetahui penyakitnya ketika sudah memasuki stadium lanjut.
"Rata-rata yang tidak mau melakukan pemeriksaan sejak dini, tahu-tahu datang ke dokter sudah stadium empat. Kalau sudah stadium empat sangat sulit diobati. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting untuk menyelamatkan nyawa," ujarnya.
Pemerintah Kota Mojokerto terus meningkatkan cakupan skrining IVA setiap tahun. Pada tahun 2024, skrining IVA telah menjangkau 6.298 perempuan di Kota Mojokerto. Jumlah tersebut meningkat menjadi 8.718 perempuan pada tahun 2025. Sementara hingga akhir Mei 2026, tercatat sebanyak 4.228 perempuan telah menjalani pemeriksaan IVA.
"Melihat capaian tersebut, saya berharap dengan bantuan para pimpinan dan pengurus organisasi wanita yang hadir hari ini, jumlah perempuan yang melakukan skrining IVA pada tahun 2026 bisa melampaui capaian tahun 2025," ujarnya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.