Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Jawa Timur memastikan aspek transparansi informasi dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Kepala Disdikbud Kota Malang Suwarjana di Kota Malang, Rabu, mengatakan, apabila ada calon wali murid merasa keberatan dengan hasil penerimaan siswa, misalnya terkait persoalan jarak rumah dengan sekolah atau jalur domisili bisa langsung mendatangi posko pengaduan untuk mendapatkan penyajian data riil SPMB.

"Saya meyakini keakuratan pada program kami, tapi kalau ada yang merasa lebih dekat namun tidak diterima silahkan datang ke posko nanti akan dilihat bersama-sama," kata Suwarjana.

Menurut laman resmi SPMB Kota Malang di kotamalang.spmb.id, jalur domisili tersedia untuk jenjang pendidikan taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

Suwarjana menyampaikan transparansi mengenai SPMB sebenarnya tidak hanya ditegaskan pada tahun ini, tetapi setiap kali pelaksanaan penerimaan murid baru dibuka.

Ia menyebut kesalahan dalam menentukan titik atau radius antara rumah dengan sekolah oleh calon wali murid memang memunculkan persoalan pada hasil final penerimaan calon pelajar.

"Jadi nanti bisa kelihatan, kan terkadang orang salah menitik istilahnya map bukan jalan," ujar dia.

Selain itu, dia menyampaikan pemerataan murid antara sekolah negeri pada tahun ini juga tetap menjadi fokus utama pada pelaksanaan SPMB tahun ini.

Pihaknya tak menginginkan adanya sekolah negeri yang mengalami kondisi kekurangan murid.

Sebagai solusi, sekolah yang kuota muridnya belum tercukupi bisa menerima calon pelajar dari luar Kota Malang.

Meski demikian, setiap sekolah negeri di Kota Malang tetap harus memprioritaskan menerima calon murid yang berasal dari wilayah setempat.

"Kalau memang pagunya belum, untuk SD boleh dimasuki (menerima pelajar) dari kabupaten (Malang) pun boleh," kata dia.

Sedangkan persoalan serupa yang banyak dikeluhkan oleh SMP swasta, Suwarjana menyampaikan bahwa mereka tetap memiliki peluang dalam menggaet pelajar baru.

Sebab, lanjutnya, jumlah lulusan pelajar sekolah dasar tahun ini mencapai 13 ribuan anak, sedangkan kuota penerimaan SMP negeri berada di angka 7 ribuan anak.

"Separuhnya kan mesti ke swasta, saya mengembalikan lagi ke teman-teman yayasan tentang bagaimana upaya memikat (minat) masyarakat untuk percaya terhadap lembaga mereka, kan itu saja," tutur dia.

 

 



Pewarta: Ananto Pradana
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026