Kupang (ANTARA) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menilai perkembangan siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 19 Kupang menunjukkan hasil positif setelah lebih dari sembilan bulan mengikuti proses pembelajaran.
“Kita lihat tadi tampilan mereka menunjukkan kinerja para kepala sekolah dan guru dalam mendidik selama lebih dari sembilan bulan terakhir ini,” kata Gus Ipul usai Acara Kolaborasi Program Prioritas Presiden untuk Membangun SDM Menuju Kemandirian Ekonomi dalam rangka Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 bertema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh” di Aula Eltari Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Kupang, Minggu.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai fasilitas yang diberikan selama proses pendidikan. Selain pembelajaran yang terstruktur, para siswa juga memperoleh makanan bergizi, teknologi pembelajaran, perpustakaan, serta laboratorium yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
“Mereka lebih tampak percaya diri, optimistis menatap masa depan, mereka bisa mendapatkan dukungan yang diperlukan dalam proses belajar mengajar itu,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
“Ini semua menjadikan anak-anak dari keluarga paling tidak mampu, mereka yang selama ini putus sekolah, tidak sekolah, bahkan mungkin diantara mereka ada yang belum pernah sekolah, itu bisa terjangkau dengan program ini,” ujar dia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti turut mengapresiasi penampilan para siswa SRMP 19 Kupang. Menurutnya, perkembangan anak-anak yang berasal dari keluarga desil 1 dan 2 sangat membanggakan.
“Pak Mensos saya sudah berkali-kali ikut acara Sekolah Rakyat tapi setiap kali mereka tampil saya selalu terharu karena kami mengetahui dari mana mereka berasal dari desil 1 dan 2, lalu bisa tampil dengan begitu hebat dan memiliki mimpi luar biasa untuk masa depan. Luar biasa,” kata Amalia.
Amalia menambahkan, pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam proses penjaringan siswa menjadi salah satu faktor yang membuat program Sekolah Rakyat lebih tepat sasaran bagi keluarga prasejahtera. Ia mengaku takjub melihat perubahan yang ditunjukkan para siswa.
“Tadi kita lihat, anak-anaknya sudah menjadi luar biasa. Saya melihat before and after, before-nya seperti ini, tetapi after-nya seperti yang tadi kita lihat bersama,” jelas Amalia.
Pewarta: Kornelis KahaEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.