Teheran (ANTARA) - Amerika Serikat belum mencabut blokade laut terhadap pelabuhan Iran meski Presiden AS Donald Trump mengeklaim sebaliknya, kata Mohsen Rezaei, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Sabtu (30/5).

Sebelumnya pada Jumat, Trump mengatakan di media sosial bahwa blokade laut AS terhadap Iran "sekarang akan dicabut."

Ia menambahkan bahwa dirinya akan membuat "keputusan akhir" dalam pertemuan di Situation Room Gedung Putih.

"Seperti yang sudah diperkirakan, presiden AS telah mengkhianati diplomasi untuk ketiga kalinya. Dengan melanjutkan blokade laut dan mengajukan tuntutan berlebihan dalam perundingan, ia sekali lagi membuktikan bahwa dirinya bukan pendukung dialog, tetapi memiliki tujuan lain," kata Rezaei di platform X.

Baca juga: Iran janjikan hak istimewa bagi China, Rusia saat lintasi Selat Hormuz

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Pada 7 April, AS dan Iran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, pembicaraan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil dan AS kemudian memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Menkeu AS paparkan tiga kemungkinan hasil perundingan Iran
Baca juga: CENTCOM ancam serang kapal yang sebar ranjau di Selat Hormuz
Baca juga: Otoritas Selat Teluk Persia: Sanksi AS tak jamin kendali Selat Hormuz



Pewarta: M Razi Rahman
Editor : Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026