Ngawi (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mencatat mencatat produksi padi pada hasil panen triwulan pertama tahun 2026 mencapai 195.620 ton gabah kering giling (GKG) sehingga mampu mendukung stok pangan nasional.

"Capaian ini menunjukkan konsistensi peningkatan kinerja sektor pertanian di Kabupaten Ngawi sebagai lumbung padi dan mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Ngawi Supardi, dalam keterangannya di Ngawi, Jatim, Jumat.

Pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi di wilayah setempat dengan berbagai strategi dan inovasi pertanian. Di antaranya, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong program strategis, salah satunya Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) 2.0 yang ditargetkan mencapai 35.000 hektare pada tahun 2026.

Pemkab Ngawi juga meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) hingga 2,8 serta produktivitas gabah per hektare dengan bibit padi unggul hingga mencapai 6,04 ton per hektare.

Selain itu, optimalisasi program electricity for farming (e-farm) dengan penggunaan sumur submersible di titik-titik kritis air, serta sistem irigasi yang memadai juga turut andil dalam peningkatan produksi padi Ngawi.

Sisi lain, kelancaran penyaluran pupuk subsidi serta bantuan alsintan yang canggih juga mendorong petani Ngawi untuk menanam padi yang pada tahun 2026 ditarget luas panen oleh Kementerian Pertanian mencapai 169.000 hektare.

Dengan upaya-upaya tersebut DKPP Kabupaten Ngawi optimistis produksi padi di wilayah setempat pada tahun 2026 dapat meningkat dari tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, produksi padi Ngawi mencapai 772.571 ton Gabah Kering Giling (GKG) dengan luas panen 129.013 hektare atau setara beras sebesar 446.098 ton.



Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026