Surabaya (ANTARA) - Vesak Festival 2026 di Surabaya, Jawa Timur, menghadirkan rupang Budha transparan terbesar di Indonesia yang menjadi instalasi utama dalam rangkaian perayaan Waisak di Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada 27-31 Mei 2026.

Ketua Vesak Festival 2026, Clea Alvina dalam keterangannya di Surabaya, Jumat mengatakan rupang Budha transparan ini berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

"Rekor tersebut diraih lewat kategori rupang Buddha transparan terbesar di Indonesia," katanya.

Ia mengatakan, setelah pameran di Surabaya selesai, seluruh instalasi akan dipindahkan ke Jakarta untuk dipamerkan kembali pada 3-7 Juni 2026.

"Rupang Buddha itu dibuat menggunakan anyaman kawat yang saling terhubung yang memiliki filosofi tentang keterhubungan dalam ajaran Buddha," katanya.

Ia mengatakan, rupang Buddha transparan tersebut memiliki tinggi 5,6 meter dan lebar 4,6 meter yang dibentuk melalui ribuan simpul anyaman kawat hingga membentuk satu tubuh utuh.

Menurutnya, konsep transparan sengaja dipilih untuk menggambarkan keterhubungan antarmanusia dan lingkungan.

Ia mengatakan, festival yang diselenggarakan Young Buddhist Association Indonesia (YBAI) memiliki tema Interbeing: Our Happiness, Our Shared Responsibility.

" YBAI ingin lebih memperkenalkan nilai-nilai Buddhisme kepada masyarakat luas melalui pendekatan yang kreatif dan terbuka," tuturnya.

Ia menjelaskan, penyelenggaraan festival di pusat perbelanjaan dipilih agar lebih mudah menjangkau masyarakat umum, termasuk generasi muda.

"Kami ingin menjadi organisasi yang bisa mengenalkan Buddhisme dan nilai-nilai Buddhis secara lebih luas kepada masyarakat,” ujarnya.

Validator resmi MURI Paula, mengatakan rupang Buddha transparan tersebut dinilai memenuhi seluruh standar yang ditetapkan MURI

Menurutnya, inovasi YBAI tahun ini menjadi sejarah baru bagi umat Buddha di Indonesia. Terlebih, Vesak Festival 2026 juga bertepatan dengan satu dekade perjalanan YBAI dalam memperkenalkan nilai-nilai Buddhis di tengah masyarakat.



Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026