Kediri (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Kediri, Jawa Timur, menangani kasus temuan bayi yang diletakkan di tepi jalan area persawahan Desa Tugurejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter, di Kediri, Kamis mengatakan bayi itu awalnya ditemukan warga yang bernama Mujianto (54), asal Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, yang sedang mencari sisa jagung di area sawah dan mendengar ada suara tangisan bayi di lokasi itu.

"Pelapor ini mendengar suara tangisan bayi saat berada di area persawahan, dan setelah dicek ditemukan bayi perempuan dalam kondisi hidup," kata Joshua.

Menurut dia, bayi tersebut diduga baru dilahirkan karena di tubuh bayi yang dibungkus dengan sarung bantal berwarna hitam dengan motif garis putih itu juga masih menempel tali pusar.

Temuan bayi itu juga diketahui viral di media sosial. Warga mengabadikan temuan bayi malang tersebut dengan kamera telepon seluler milik mereka dan mengunggahnya di media sosial.

Joshua mengatakan kini bayi perempuan tersebut sudah mendapatkan perawatan tim medis dari rumah sakit. Kondisi bayi itu dalam proses pengawasan dan pemulihan tim medis di ruang rumah sakit tersebut.

“Kondisi bayi saat ditemukan masih hidup dan langsung dibawa warga ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan medis. Saat ini masih dalam pengawasan tim medis," kata dia.

Pihak kepolisian, kata dia, juga terus mengusut kasus dengan memeriksa sejumlah saksi di antaranya warga yang menemukan bayi itu, selain berkoordinasi dengan bidan dan perangkat desa guna mendata ibu hamil dan sudah waktunya melahirkan.

Dia mengatakan pihaknya belum bisa memastikan alamat dari ibu bayi yang ditemukan di tepi jalan tersebut, sebab masih dalam penyelidikan.

"Proses penyidikan masih terus berlangsung hingga kini, polisi juga sudah memeriksa sidik jari serta olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi bayi ditemukan," ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau warga jika mengetahui ada perempuan hamil dan sudah waktunya melahirkan agar dapat melaporkan ke petugas kepolisian.

"Dengan sinergi yang dibuat, tentunya lebih cepat mengungkap kasus tersebut," ujarnya.



Pewarta: Asmaul Chusna
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026