Malang, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya melayani sebanyak 5.460 penumpang di Stasiun Malang, Kota Malang, Jawa Timur saat momen libur Idul Adha 2026.
Manajer Humas PT KAI Daerah Operasi 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono dikonfirmasi dari Kota Malang, mengatakan, 5.460 penumpang di Stasiun Malang merupakan akumulasi dari jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang.
"Jumlah penumpang di Stasiun Malang pada libur Idul Adha hari ini ada 2.749 orang berangkat dan 2.711 orang tiba, totalnya 5.460 penumpang," kata Mahendro dikonfirmasi dari Kota Malang, Rabu.
KAI Surabaya juga memperkirakan selama rangkaian periode libur dan cuti bersama Idul Adha, akhir pekan, Hari Raya Waisak, hingga peringatan Hari Lahir Pancasila atau pada 26 Mei hingga 1 Juni 2026 akan ada 29.837 penumpang datang maupun berangkat dari Stasiun Malang.
Rinciannya jumlah penumpang itu, terdiri dari 15.269 penumpang berangkat dan 14.568 penumpang tiba di stasiun itu.
Guna mengoptimalkan pelayanan, KAI Daerah Operasi 8 mengoperasionalkan 12 perjalanan kereta api, dengan total kapasitas selama 40 ribu tempat duduk pada periode liburan akhir Mei hingga awal Juni 2026.
"Relasi kereta apinya mulai Malang - Bandung, Malang - Surabaya, Malang - Pasar Senen, Malang - Ketapang (Banyuwangi), Malang - Purwokerto, sampai Malang - Gambir," ujarnya.
Dalam rangka mendukung kelancaran dan kenyamanan pelaku mobilisasi perjalanan liburan maka pihaknya memaksimalkan penyelenggaraan aktivitas layanan melalui pengoptimalan seluruh fasilitas yang terdapat di Stasiun Malang.
Petugas keamanan dan pelayanan di tempat itu telah disiagakan di sejumlah titik guna mempercepat proses boarding yang dilakukan oleh para penumpang.
Selain itu, pihaknya mengimbau kepada para calon pelaku perjalanan agar datang lebih awal dari jadwal keberangkatan kereta api sehingga tak sampai terjadi penumpukan antrean.
"Kami mengimbau agar penumpang supaya mengikuti arahan dari petugas sehingga proses keberangkatan berjalan tertib dan lancar," tuturnya.
Pewarta: Ananto PradanaEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.