Surabaya (ANTARA) - Kepolisian Daerah Jawa Timur melumpuhkan dua residivis begal di Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa pagi, karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap.

"Kami telah menangkap dua pelaku begal di Pasuruan, pagi tadi," kata Kepala Subdirektorat III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur di Mapolda setempat, Selasa.

Ia menjelaskan modus yang digunakan dua orang tersangka adalah merampas sepeda motor yang rata-rata korbannya perempuan.

"Jadi, kedua tersangka ini merupakan residivis tiga kali melakukan tindak pidana yang sama," ujarnya.

Dua pelaku berinisial S warga Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan MS warga Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Keduanya ditangkap terkait aksi begal yang dilakukan pada 29 Mei 2025 di Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

Petugas menembak betis kedua pelaku saat proses penangkapan karena keduanya berusaha melarikan diri dan melakukan perlawanan terhadap petugas.

Setelah dilumpuhkan, kedua tersangka langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Jatim.

Ia menjelaskan para pelaku menjalankan aksinya dengan cara merampas kendaraan milik korban di jalanan.

Mayoritas korban yang menjadi sasaran merupakan perempuan yang sedang mengendarai sepeda motor seorang diri.

Menurut dia, korban sempat memberikan perlawanan ketika aksi begal berlangsung.

Namun pelaku kemudian memukul korban menggunakan helm hingga korban mengalami luka serta trauma untuk kembali berkendara sepeda motor.

Polisi juga mengungkap kedua tersangka tidak hanya beraksi terhadap kendaraan roda dua, tetapi diduga turut terlibat dalam tindak kriminal yang menyasar kendaraan roda empat.

“Bukan hanya roda dua, ada roda empat juga. Kita masih kembangkan, bukan dua orang ini saja beberapa TKP khususnya di Malang dan Pasuruan ciri-ciri sama seperti pelaku yang diamankan," ujarnya.

Saat ini Ditreskrimum Polda Jatim masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku lain serta sejumlah tempat kejadian perkara dengan pola kejahatan serupa di Pasuruan dan Malang.



 

Pewarta: Willi Irawan
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026