Sidoarjo (ANTARA) - Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD ) Sidoarjo Achmad Muzayin Safrial meminta supaya seleksi direksi Delta Tirta lebih mengutamakan substansi dalam pelayanan.
Menurut Muzayin dalam keterangannya di Sidoarjo, Selasa mengatakan meskipun proses seleksi merupakan langkah penting untuk memperoleh figur profesional dalam memimpin perusahaan daerah, sejumlah substansi dalam pengumuman dan lampiran persyaratan masih perlu mendapatkan evaluasi agar tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari.
“Kami mendukung proses seleksi Direksi Perumda Delta Tirta. Tetapi setelah mencermati dokumen pengumuman beserta lampiran-lampirannya, terdapat beberapa substansi yang menurut kami perlu disempurnakan agar tidak menimbulkan multitafsir dan memberikan kepastian bagi seluruh peserta," ujarnya.
Ia mengatakan, dalam pengumuman dijelaskan bahwa calon direktur utama dan direktur pelayanan diberikan kesempatan untuk memenuhi sertifikat kompetensi manajemen air minum/air limbah tingkat madya paling lambat 6 bulan setelah pengangkatan dan sertifikat kompetensi tingkat utama paling lambat 12 bulan setelah pengangkatan.
Namun, kata dia, pada lampiran persyaratan administrasi, peserta justru diminta melampirkan fotokopi Sertifikat Kompetensi Tingkat Madya dan Tingkat Utama pada saat pendaftaran.
“Di sini kami melihat ada ketidaksinkronan dalam satu dokumen yang sama," katanya.
Ia mengatakan, pada pengumuman diberikan kesempatan untuk dipenuhi setelah pengangkatan, tetapi pada lampiran administrasi peserta justru diminta melampirkan sertifikat sejak awal.
"Kalau memang diperbolehkan dipenuhi setelah diangkat, lalu mengapa sertifikat tersebut harus dilampirkan saat pendaftaran," katanya.
Menurutnya, direktur operasional pada Perumda Air Minum bukan sekadar jabatan administratif, tetapi merupakan ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau berbicara Direktur Operasional, yang dibutuhkan seharusnya bukan sekadar kepemilikan sertifikat. Yang jauh lebih penting adalah pengalaman nyata mengelola sistem penyediaan air minum, kemampuan memimpin operasi lapangan, kemampuan membaca risiko operasional, serta rekam jejak keberhasilan dalam menyelesaikan persoalan pelayanan,” katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.