Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memproyeksikan jumlah pelanggan terlayani mencapai 7.486 orang selama periode libur Hari Raya Idul Adha 1447 H mulai 26 Mei hingga 1 Juni 2026.
Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan, dari angka tersebut tercatat sejumlah 3.745 pelanggan berangkat dan 3.741 pelanggan turun melalui Stasiun Sidoarjo.
"Berdasarkan data hingga hari ini Selasa (26/5) pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 1.410 pelanggan akan dilayani di Stasiun Sidoarjo yang terdiri atas 653 pelanggan berangkat dan 757 pelanggan turun," kata Mahendro dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa.
Mahendro menjelaskan, peningkatan volume pelanggan menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api selama masa libur panjang Idul Adha.
Sementara itu, angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya jadwal kedatangan dan keberangkatan kereta api hingga hari terakhir periode libur panjang pada 1 Juni 2026.
Menurutnya, KAI Daop 8 Surabaya juga menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mendukung kelancaran operasional selama masa angkutan libur panjang.
Langkah tersebut meliputi optimalisasi rangkaian kereta api, peningkatan pelayanan di area stasiun, serta penambahan personel pada titik layanan pelanggan guna membantu proses boarding dan penyampaian informasi perjalanan.
Selain itu, lanjutnya, seluruh fasilitas pelayanan di Stasiun Sidoarjo seperti ruang tunggu, sistem informasi perjalanan, fasilitas boarding, serta kebersihan area stasiun dipastikan dalam kondisi prima demi menjaga kenyamanan pelanggan.
“Kereta api masih menjadi moda transportasi pilihan masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta bebas dari kemacetan dan kami berkomitmen menghadirkan layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” kata Mahendro.
Pewarta: Fahmi AlfianEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.