Jakarta (ANTARA) - Para pemain film "Nobody Loves Kay" berharap film tersebut dapat membuka ruang dialog antara generasi muda dan orang tua terkait mimpi serta pilihan hidup anak.
Mantan anggota JKT48 Nurhayati mengatakan film itu diharapkan bisa menjadi jembatan agar orang tua dan anak lebih saling memahami.
“Kalau anak punya mimpi jangan langsung dihakimi, tapi orang tua mungkin bisa ikut memahami dan memonitor,” kata perempuan yang akrab disapa Ayastrophile itu saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, perbedaan pandangan antargenerasi sering kali membuat mimpi anak dianggap tidak realistis, terutama terhadap profesi baru yang belum familiar bagi orang tua.
Senada dengan Ayastrophile, aktor Bima Azriel mengatakan film tersebut tidak bermaksud menyalahkan salah satu pihak.
“Film ini bukan film yang menghakimi. Tidak bilang siapa yang paling benar, apakah anak atau orang tua,” ujar Bima.
Ia menilai kekhawatiran orang tua terhadap pilihan hidup anak merupakan hal yang wajar, terutama ketika profesi yang dipilih belum dikenal luas oleh generasi sebelumnya.
Karena itu, Bima berharap film tersebut dapat mendorong komunikasi yang lebih terbuka di dalam keluarga.
“Sebagai anak harus berani ngobrol soal mimpinya, sementara orang tua juga lebih terbuka untuk mendengarkan dan ikut mendukung,” katanya.
Menurut dia, dukungan dan komunikasi yang baik dapat membantu anak menjalani proses meraih cita-cita secara lebih terarah.
“Jadi bukan cuma dilepas begitu saja atau langsung dilarang, tapi sama-sama saling dukung,” ujar Bima.
Pewarta: Adimas Raditya Fahky PEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.