Surabaya (ANTARA) - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menerima 2.771 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dengan peningkatan minat calon mahasiswa pada program pendidikan vokasi berorientasi pada kesiapan kerja.
“Pendidikan vokasi kami memang didesain fokus pada aspek vokasional agar lulusannya bisa lebih cepat terserap di dunia kerja,” ujar Rektor Unair Prof Muhammad Madyan di Surabaya, Senin.
Menurut Madyan, tingginya minat terhadap program vokasi terlihat dari pola pilihan peserta SNBT tahun ini. Lebih dari 50 persen peserta yang lolos di program vokasi menempatkan program tersebut sebagai pilihan ketiga saat pendaftaran.
Ia menjelaskan, sejumlah program Diploma 3 (D3) di Unair telah ditingkatkan menjadi Diploma 4 (D4) untuk menyesuaikan kebutuhan mahasiswa dan dunia industri.
“Program D3 yang orientasi kerjanya cepat sudah kami tingkatkan menjadi D4 untuk mengakomodasi kebutuhan mahasiswa yang menginginkan masa studi lebih panjang dengan kompetensi sarjana terapan,” katanya.
Unair juga akan melibatkan lebih banyak praktisi dalam penyusunan kurikulum guna memperkuat keterhubungan pendidikan dengan kebutuhan industri melalui program link and match.
Selain itu, Unair menegaskan komitmennya memberantas praktik perjokian dalam pelaksanaan seleksi jalur Mandiri dengan pengamanan berlapis, mulai pemeriksaan fisik menggunakan metal detector hingga pencocokan dokumen dan wajah peserta secara langsung di ruang ujian.
“Kami sudah mengantisipasi segala bentuk potensi kecurangan untuk jalur Mandiri nanti. Pengamanan dilakukan mulai pemeriksaan fisik menggunakan metal detector hingga pencocokan dokumen dan wajah peserta secara langsung di ruang ujian,” katanya.
Terkait kuota penerimaan mahasiswa baru, Unair menetapkan rata-rata kuota jalur Mandiri sebesar 48 persen sesuai batas maksimal regulasi pemerintah sebesar 50 persen, meski sejumlah program studi dengan persaingan tinggi hanya menyediakan kuota sekitar 20 hingga 30 persen.
“Program studi Kedokteran masih menjadi jurusan dengan tingkat persaingan paling ketat,” ungkapnya.
Madyan juga memastikan tidak ada kenaikan uang kuliah tahun ini, termasuk di Fakultas Kedokteran, meskipun Unair menerapkan sistem tarif tunggal atau single tariff pada pembayaran Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
“Kebijakan ini diambil agar sistem pembayaran menjadi lebih transparan, adil, dan memberikan kepastian bagi orang tua mahasiswa,” katanya.
Sementara itu, skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap menggunakan dua kategori seperti tahun sebelumnya. Unair juga mengingatkan masyarakat agar tidak percaya kepada oknum atau calo yang menjanjikan kelulusan jalur Mandiri di luar mekanisme resmi kampus.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.