Banyuwangi (ANTARA) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk (Bali) tetap berjalan terkendali menjelang libur panjang Idul Adha 2026 dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran secara maksimal.
Sekretaris PT ASDP Indoensia Ferry (Persero) Windy Andale mengatakan, keselamatan penumpang dan awak kapal serta kendaraan tetap menjadi prioritas utama perusahaan di tengah tingginya mobilitas masyarakat menjelang masa libur panjang.
"Kami memahami adanya peningkatan waktu tunggu menjadi perhatian pengguna jasa, namun dalam kondisi cuaca yang dinamis, seluruh proses pelayanan harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian, keselamatan tidak bisa dikompromikan dan menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan penyeberangan," kata dia dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu.
Menjelang libur Idul Adha 1447 Hijriah dan long weekend Hari Lahir Pancasila, lanjut dia, lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap bergerak dinamis di tengah tantangan cuaca perairan Selat Bali yang berubah cepat dalam beberapa hari terakhir.
Perubahan kondisi cuaca di Selat Bali sebelumnya, kata Windy, berdampak pada penyesuaian operasional kapal, terutama saat proses sandar dan bongkar muat yang harus dilakukan lebih hati-hati.
Sehingga, situasi itu menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah titik sekitar pelabuhan (Ketapang dan Gilimanuk), namun ASDP memastikan langkah penanganan dilakukan cepat dan terukur agar arus kendaraan tetap bergerak.
Dia menyebutkan, berdasarkan data periode Kamis (21/5) hingga Minggu (24/5) pukul 18.00 WIB, lintasan Ketapang-Gilimanuk telah melayani 14.936 unit kendaraan dengan dominasi truk logistik, serta total 51.465 penumpang.
"Sementara dari arah Gilimanuk-Ketapang tercatat sebanyak 20.392 unit kendaraan dan 67.546 penumpang," kata Windy Andale.
Windy menambahkan, mengenai kesiapan menghadapi libur panjang Idul Adha termasuk pascainsiden dua kapal kandas di lintasan Ketapang-Gilimanuk beberapa hari lalu, ASDP memastikan evaluasi operasional telah dilakukan secara menyeluruh bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan.
"Penguatan prosedur keselamatan pelayaran, pengaturan pola operasi kapal, hingga kesiapsiagaan petugas lapangan terus ditingkatkan agar layanan tetap aman dan lancar," kata dia.
Pewarta: Novi HusdinariyantoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.