Surabaya (ANTARA) - Perusahaan pembiayaan Astra Credit Companies (ACC) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak peningkatan pemahaman literasi keuangan kepada masyarakat di Surabaya sebagai wujud dukungan ACC terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan).
Executive Vice President Corporate Secretary and Corporate Counsel ACC Ikhsan Abdillah Harahap di Surabaya, Jumat mengatakan kegiatan ini adalah bentuk dukungan terhadap program "Gencarkan".
"Selain itu juga komitmen ACC untuk membantu meningkatkan kehidupan masyarakat lewat pembiayaan sesuai dengan misi To Promote Credit for A Better Living," katanya.
Ia mengatakan, ACC juga memberikan literasi tentang mengenal lebih dekat perusahaan pembiayaan dimulai dengan pengertian perusahaan pembiayaan, jenis-jenis produk dan layanan perusahaan pembiayaan hingga bagaimana cara transaksi kredit yang aman.
"Serta apa yang harus diperhatikan oleh masyarakat sebelum melakukan transaksi pembiayaan," katanya.
Assistant Vice President Legal Business Head ACC Mochammad Jeihansyah dalam kesempatan itu memberikan tiga cara manfaatkan perusahaan pembiayaan secara aman dan nyaman. Pertama, calon pelanggan harus memilih produk pembiayaan yang sesuai dengan kemampuannya.
Kedua, kata dia, calon pelanggan juga memiliki kewajiban untuk melengkapi persyaratan kredit dengan sah dan benar.
"Ketiga, sebelum menandatangani perjanjian pembiayaan, calon pelanggan harus paham dengan benar hak dan kewajiban dalam perjanjian tersebut," katanya.
Dengan melakukan ketiga hal di atas, kata dia, pelanggan akan terhindar dari masalah seperti cedera janji akibat lalai dalam membayar angsuran kredit.
"Saat ini marak kasus pelanggan yang nekat menyembunyikan atau bahkan menjual mobilnya yang dalam masa kredit kepada orang lain ketika dia tidak dapat membayar angsuran padahal tindakan ini memiliki konsekuensi hukum pidana," katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.