Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kondisi banjir di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menunjukkan perkembangan positif setelah genangan air di seluruh wilayah terdampak dilaporkan telah surut total dan warga mulai kembali beraktivitas.
"Seiring dengan surutnya genangan, masyarakat mulai kembali beraktivitas dan melakukan pembersihan lingkungan rumah masing-masing," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengkonfirmasi setidaknya sampai dengan Kamis (21/5) genangan yang sebelumnya merendam permukiman warga dan akses jalan akibat hujan berintensitas sedang hingga lebat pada Selasa (19/5) malam kini telah surut sepenuhnya.
Hasil kaji cepat menunjukkan banjir dipicu meningkatnya debit Sungai Harinjing akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut. Selain itu sejumlah faktor lain turut memperparah kondisi, seperti pendangkalan saluran air, penyempitan gorong-gorong di beberapa titik, serta jebolnya tanggul sepanjang dua meter.
Kondisi tersebut menyebabkan air meluap ke jalan dan kawasan permukiman warga di Kecamatan Kepung, Kandangan, dan Badas.
Wilayah yang terdampak meliputi Desa Keling, Desa Karangtengah, dan Desa Krecek. BNPB mencatat sebanyak 129 Kepala Keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Selain berdampak pada warga, banjir juga merendam sekitar 129 rumah dan mengganggu akses mobilitas masyarakat akibat dua ruas jalan desa terdampak banjir.
Dalam upaya penanganan, Abdul mengatakan personel Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Jawa Timur bersama Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Kediri melakukan asesmen serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat langkah penanganan di lapangan dan mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Pewarta: M. Riezko Bima Elko PrasetyoEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.