Pasuruan, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan memeriksa kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak penjualan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah guna memastikan ternak layak dan aman dikonsumsi.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, menjelaskan, pemeriksaan ante mortem dilakukan dokter hewan dan petugas peternakan di dua lapak penjualan hewan kurban di Kecamatan Pohjentrek dengan mengamati kondisi fisik ternak sebelum disembelih.

"Pemeriksaan tersebut juga bertujuan memastikan hewan kurban menghasilkan daging yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) bagi masyarakat saat pelaksanaan Idul Adha," kata Syaifi dalam keterangannya di Pasuruan, Rabu.

Dari hasil pemeriksaan di dua lapak penjualan hewan kurban tersebut, petugas memeriksa kondisi mata, hidung, mulut, bulu, kulit, suhu tubuh, hingga kemampuan hewan untuk berdiri dan berjalan secara normal selama proses pemeriksaan berlangsung.

Syaifi menjelaskan bahwa seluruh ternak dinyatakan sehat dan layak dijadikan hewan kurban serta diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH)

Menurutnya, pengecekan tersebut dilakukan pihaknya demi memastikan kesehatan ternak, sekaligus mewaspadai potensi penyebaran penyakit hewan menular strategis seperti penyakit mulut dan kuku yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Syaifi menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk Tim Pengawas Hewan Kurban yang terdiri atas 100 personel dan disebar di 24 kecamatan selama masa pengawasan hewan kurban hingga H+3 Idul Adha.

"Penyakit ternak masih ada seperti penyakit mulut dan kuku yang masih harus kita waspadai dan penyakit menular lainnya, selain itu kelayakan ternak untuk bisa digunakan sebagai hewan kurban juga harus diperhatikan," ujarnya.



Pewarta: Fahmi Alfian
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026