Komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi juga mendengarkan
Surabaya (ANTARA) - Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Jawa Timur menegaskan fokus pembenahan etika komunikasi publik, terutama di kalangan generasi muda, usai pelantikan pengurus baru yang dipimpin Dr Suko Widodo di tengah masifnya penggunaan media sosial.
“Harapan ke depan bisa semakin menyusun agenda komunikasi yang lebih baik, terutama dalam penanganan komunikasi publik kita yang mungkin masih tercerai-berai, masih menimbulkan konflik antarpihak,” ujar Ketua Umum ISKI Prof Atwar Bajari di Surabaya, Selasa.
Guru besar Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Unpad) itu menyebut pelantikan pengurus ISKI Jawa Timur menjadi momentum penting untuk mengaktifkan peran organisasi di daerah yang selama ini dinilai belum banyak terekspos.
Menurut Atwar, di bawah kepemimpinan Suko Widodo, ISKI Jatim diharapkan mampu menyusun agenda komunikasi yang berdampak bagi masyarakat sekaligus membangun komunikasi publik yang lebih sehat dengan melibatkan sarjana komunikasi dari berbagai profesi.
Ketua ISKI Jatim Dr Suko Widodo mengatakan kepengurusan baru akan membuka ruang kolaborasi lebih luas dengan melibatkan akademisi, wartawan, manajer perusahaan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), hingga komisioner lembaga.
“Keilmuan komunikasi itu harus dikembangkan tidak hanya textbook, tapi juga belajar dari lapangan,” kata Suko.
Ia menilai pengembangan ilmu komunikasi perlu dibangun melalui kombinasi teori dan pengalaman lapangan agar lebih relevan dengan dinamika masyarakat.
Menurut Suko, salah satu perhatian utama ISKI Jatim ialah persoalan etika komunikasi anak muda di era digital. Ia menilai media sosial membuat banyak anak muda aktif di dunia maya, tetapi minim ekspresi dalam komunikasi langsung.
“Sinyal netizen di media sosial lantangnya luar biasa, tapi ketika bertemu di kelas kadang mereka diam. Kami harus menemukan jalan untuk menguatkan anak-anak agar lebih human dalam komunikasi,” ujarnya.
Suko menilai perkembangan teknologi juga berpotensi memunculkan dehumanisasi dalam komunikasi apabila tidak diimbangi kemampuan membangun relasi secara langsung.
Selain itu, ISKI Jatim juga menyoroti pola komunikasi pejabat publik yang dinilai masih lebih banyak berorientasi pada promosi dibanding membangun dialog dengan masyarakat.
“Komunikasi itu bukan hanya bicara, tetapi juga mendengarkan. Banyak lembaga lebih banyak berpromosi daripada berkomunikasi,” tegasnya.
Menurut Suko, komunikasi publik yang sehat harus memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan suara dan kritik sebagai bagian dari proses komunikasi yang utuh.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.