Kami berharap agar seperti Pare, Surabaya juga mampu memiliki kampung-kampung berbahasa yang aktif, hidup, dan mandiri
Surabaya (ANTARA) - Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mengembangkan Program Kampung Bahasa di Kelurahan Semolowaru, Surabaya, guna meningkatkan kemampuan bahasa asing warga dan memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis komunikasi internasional di kawasan perkotaan.
Dekan FIB Untag Surabaya, Dr. Pariyanto, M.Ed., mengatakan program tersebut terinspirasi dari keberhasilan Kampung Inggris di Pare, Kediri.
"Kami berharap agar seperti Pare, Surabaya juga mampu memiliki kampung-kampung berbahasa yang aktif, hidup, dan mandiri," ujar Dr. Pariyanto dalam keterangan diterima di Surabaya, Selasa.
Program Kampung Bahasa dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan dosen dan mahasiswa sebagai pengajar bahasa Inggris bagi warga Kelurahan Semolowaru.
Program tersebut juga disiapkan untuk berkembang ke pembelajaran bahasa Jepang sesuai hasil evaluasi pelaksanaan di lapangan.
"Nantinya dosen dan mahasiswa akan mengajarkan bahasa Inggris kepada warga, lalu dilihat bagaimana respon serta perkembangannya. Apabila terbukti meningkat kualitas warga, maka kami akan mulai memperluas program dengan mengajarkan bahasa Jepang sebagai langkah berikutnya," kata Dr. Pariyanto.
Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., menyebut program tersebut merupakan implementasi pengabdian kepada masyarakat dalam pelaksanaan Catur Dharma perguruan tinggi.
"Untag Surabaya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan serius, termasuk pengabdian kepada masyarakat seperti ini. Maka dari itu, kami harap kerja sama ini harus saling menguntungkan. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan keterampilan mengajar, sementara bagi warga, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi," ujar Dr. Sumiati.
Lurah Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP., M.M., menyatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan program tersebut demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan perekonomian warga.
"Semangat belajar warga harus terus bertambah dengan hadirnya program ini. Semoga nantinya perekonomian warga semakin naik karena adanya kemampuan bahasa asing ini. Di era global, menguasai bahasa asing adalah kunci utama untuk membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan UMKM, dan meningkatkan daya saing kerja masyarakat kami," tutur Kenny Pieter Tupamahu.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.