Bondowoso (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mencatat sebanyak 7.136 jiwa terdampak kekurangan air bersih pada musim kemarau tahun 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bondowoso Kristianto Putro Prasojo di Bondowoso, Senin, menyampaikan 7.136 jiwa atau 1.784 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan itu tersebar di 20 dusun dan 13 desa di 9 kecamatan.
"Pemerintah daerah melalui BPBD sudah mulai mendistribusikan air bersih ke desa-desa terdampak kekurangan pada musim kemarau sejak pekan lalu," ujarnya.
Menurut Kristianto, pengiriman air bersih ke 20 dusun terdampak kekeringan itu menggunakan dua armada truk tangki masing-masing kapasitas 5.000 liter dan tiap hari dikirim bergiliran dan mengisi tandon air maupun mengisi langsung jeriken masyarakat terdampak.
"Dua armada truk tangki kami maksimalkan untuk pengiriman air bersih secara bergantian ke dusun-dusun terdampak," katanya.
Adapun 20 dusun terdampak kekeringan, lanjutnya, yakni Dusun Jatian, Desa Sumberanyar, Dusun Karang Kotong, Desa Sumbersari (Kecamatan Maesan), Dusun Paterongan, Desa Walidono (Kecamatan Prajekan), Dusun Geddingan, Desa Blimbing, Dusun Durin dan Geddingan, Desa Karanganyar (Kecamatan Klabang).
Dusun Pelinggian, Desa Wringin (Kecamatan Wringin), Dusun Sumber Biru, Desa Klabang, Dusun Krajan dan Jurang Gundah, Desa Purnama (Kecamatan Tegal Ampel), Dusun Banteng Lor, Sumber Waru, Banteng Duk Beto, Desa Klekean, Dusun Seccang, Belengguen, Cemper Timur, Desa Lumutan (Kecamatan Botolinggo).
Lalu, Dusun Nyabungan, Desa Kemuningan (Kecamatan Taman Krocok), Dusun Bunglombung Barat dan Bunglombung Tengah, Desa Jetis (Kecamatan Curahdami), Dusun Magarsari, Desa Gunosari (Kecamatan Tlogosari).
Pewarta: Novi HusdinariyantoUploader : Taufik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.