Pengalaman dengar itu tidak bisa diterangin atau baca buku, harus dialami sendiri.
Surabaya (ANTARA) - IMS Indonesia menggelar kegiatan “Sennheiser Treasure Hunt” untuk memperkenalkan pengalaman mendengarkan audio secara personal kepada konsumen di Surabaya.
Director IMS Indonesia Wira Sutedja mengatakan pengalaman mendengarkan perangkat audio tidak dapat dipahami hanya melalui teori, tetapi harus dirasakan langsung oleh pengguna.
“Pengalaman dengar itu tidak bisa diterangin atau baca buku, harus dialami sendiri. Jadi konsepnya adalah pengalaman mendengar,” kata Wira disela kegiatan di Surabaya, Sabtu.
Ia menjelaskan, 18 peserta diajak mencoba langsung berbagai earphone dan headphone sekaligus mendapatkan edukasi mengenai cara penggunaan yang tepat hingga personalisasi suara sesuai karakter pendengar.
Menurut Wira, personalisasi audio penting karena setiap orang memiliki preferensi suara berbeda, layaknya memilih ukuran sepatu yang harus sesuai agar nyaman digunakan.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan penggunaan digital analog converter (DAC) untuk mendukung earphone kabel pada ponsel terbaru yang tidak lagi memiliki jack audio.
Meskipun demikian, menurut dia, tren penggunaan earphone kabel saat ini kembali meningkat, namun banyak pengguna membutuhkan perangkat tambahan agar tetap kompatibel dengan gawai modern.
“Sekarang earphone kabel lagi naik lagi, sementara banyak handphone baru sudah tidak ada colokannya. Karena itu kami kenalkan penggunaan DAC supaya tetap bisa digunakan,” ujarnya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat lebih memahami kualitas audio dan pentingnya memilih perangkat yang sesuai kebutuhan.
“Harapannya orang jadi tahu seperti apa suara bagus itu, karena kalau belum pernah mendengar langsung maka tidak ada definisinya,” ujar Wira menambahkan.
Sementara itu, content creator Soundignity Sebastian mengatakan kegiatan tersebut memberi kesempatan peserta membandingkan langsung karakter suara berbagai produk Sennheiser dari kelas menengah hingga premium.
“Kalau bicara audio memang harus didengarkan. Jadi orang bisa mengerti bedanya suara seperti ini dan suara seperti ini,” katanya.
Ia menyebut produk yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, antara lain HD 800S, HD 820, HD 560, hingga HD 660 generasi kedua dengan rentang harga jutaan hingga puluhan juta rupiah.
Antusias para peserta dari kegiatan tersebut, kata dia, dapat dinilai pasar audio di Surabaya cukup potensial seiring meningkatnya tren penggunaan earphone kabel dan perangkat audio bergaya vintage.
“Komunitas audio di Surabaya cukup subur dan peminatnya banyak. Earphone kabel sekarang naik lagi,” ucapnya.
Pewarta: Naufal Ammar ImaduddinEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.