Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Iskak Tulungagung menggelar simulasi penanganan kegawatdaruratan bencana gempa bumi dan kebakaran guna mendukung upaya mitigasi bencana.

Simulasi yang melibatkan tenaga medis, pasien, petugas pemadam kebakaran, dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) itu digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan sivitas hospitalia menghadapi potensi bencana.

Dalam simulasi tersebut digambarkan terjadi gempa bumi berkekuatan cukup besar yang mengguncang aktivitas pelayanan medis di lantai lima Graha Mandiri RSUD dr Iskak. Getaran gempa memicu kepanikan tenaga kesehatan dan pasien.

Mereka kemudian melakukan prosedur penyelamatan diri dengan berlindung di area aman sebelum proses evakuasi dilakukan setelah gempa dinyatakan reda.

Namun saat proses evakuasi pasien berlangsung, muncul skenario lanjutan berupa kebakaran akibat dugaan korsleting listrik di salah satu ruangan lantai lima gedung tersebut.

Petugas medis bersama tim tanggap darurat kemudian mengevakuasi pasien ke lantai bawah menggunakan jalur darurat sambil melakukan upaya pemadaman api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Koordinator Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) RSUD dr. Iskak Tulungagung Zuhda Maulana mengatakan simulasi tersebut menjadi bagian dari workshop manajemen bencana bagi staf medis maupun nonmedis rumah sakit.

“Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan seluruh sivitas hospitalia dalam menghadapi kondisi darurat, baik gempa bumi maupun kebakaran,” katanya.

Ia menjelaskan pelatihan mitigasi bencana penting dilakukan secara berkala agar seluruh petugas memahami prosedur evakuasi dan penanganan awal saat terjadi keadaan darurat.

Pada akhir simulasi, para perawat juga mendapatkan pelatihan pemadaman api menggunakan APAR dan alat pemadam tradisional di bawah pendampingan petugas Damkar dan BPBD Tulungagung.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana di lingkungan rumah sakit sehingga risiko korban jiwa maupun gangguan layanan kesehatan dapat diminimalkan.



Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026