Magetan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, Jawa Timur menyiapkan sejumlah skema untuk menyerap produksi telur ayam ras hasil peternak lokal yang mengalami penurunan harga akibat over stok hingga merugikan peternak.
"Musyawarah bersama ini bertujuan untuk memecahkan persoalan turunnya harga telur di tingkat peternak agar peternak rakyat tetap bisa bertahan," ujar Bupati Magetan Nanik Endang saat memimpin audensi Pemkab Magetan bersama Perwakilan Peternak Ayam Petelur Rakyat Skala Kecil di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Magetan, Senin.
Terdapat beberapa skema penyerapan yang disepakati dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah mengimbau ASN di lingkungan Pemkab Magetan untuk membeli telur dari peternak lokal sebagai bentuk dukungan terhadap peternak ayam petelur.
Kedua, pengurusan surat pengukuhan pengusaha kena pajak (SPPKP) agar dikoordinasikan dan difasilitasi Disnakkan Magetan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudian, kebutuhan telur untuk SPPG dapat dipenuhi melalui asosiasi maupun koperasi peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan. Selain itu, kesepakatan harga telur untuk SPPG disesuaikan dengan harga acuan penjualan (HAP).
"Program SPPG juga disepakati memasukkan menu telur sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan variasi olahan telur," kata dia.
Lalu, Pemkab Magetan juga melakukan branding "Telur Magetan Lebih Anteb" yang akan dikoordinasikan dengan Disperindag dan Disnakkan untuk memperkuat pemasaran produk lokal.
Pemkab Magetan juga bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa untuk melakukan pendataan ulang jumlah peternak dan populasi ayam petelur di desa untuk mendukung program Disnakkan dan update data desa.
"Hal-hal yang menjadi kewenangan pemerintah pusat juga akan terus dikoordinasikan secara vertikal dengan kementerian terkait," tambah Bupati.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan komitmennya sebagai aparat penegak hukum (APH) dan bagian dari satgas pangan untuk mengawal penyerapan telur peternak lokal guna mendukung program pemerintah. Kapolres menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan peternak ayam petelur di Kabupaten Magetan.
Dalam kesempatan tersebut, para peternak menyampaikan berbagai persoalan yang tengah dihadapi, salah satunya anjloknya harga telur di tingkat peternak yang saat ini berada jauh di bawah harga acuan penjualan (HAP). Dari HAP sebesar Rp26.500 per kilogram, harga telur di tingkat peternak saat ini hanya berkisar antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram, sementara harga pakan ternak masih relatif tinggi.
Kegiatan audiensi tersebut dihadiri oleh Bupati Magetan, Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan, Kapolres Magetan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Magetan, Kepala Disnakkan Magetan, serta Ketua Asosiasi Pusat Petelur Nasional (PPN).
Pewarta: Louis Rika StevaniEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026