Harapan saya ke depannya semoga saya bisa lebih percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki dan terus mengasah kemampuan tersebut
Surabaya (ANTARA) - Siswi Sekolah Menengah Atas 17 Agustus 1945 (SMATAG) Surabaya, Monika Aveline Jasmin, meraih juara 2 monolog Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Surabaya melalui penampilan bertema Sungai Kalimas, ketidakadilan sosial, dan kerusakan lingkungan.
“Awalnya saya sempat ragu karena selama ini hanya menekuni bidang tari. Tapi setelah dipikir-pikir, kapan lagi mencoba hal baru,” ujarnya di Surabaya, Jawa Timur, Senin.
Siswi kelas XI-3 itu membawakan monolog berjudul Aliran DOA dan DOSA pada kompetisi yang berlangsung di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya beberapa waktu lalu.
Dalam penampilannya, Aveline memerankan tokoh Nyai Ronggeng yang menggambarkan penderitaan kuli pada masa kolonial sekaligus mengangkat isu kerusakan lingkungan di Sungai Kalimas.
Monolog tersebut menyoroti dosa masa lalu berupa penindasan manusia dan dosa masa kini berupa perusakan alam yang terus mengalir layaknya sungai.
Penampilan itu menjadi pengalaman pertama Aveline mengikuti lomba seni peran setelah sebelumnya lebih fokus pada bidang tari.
Sebelum tampil, Aveline menjalani latihan intensif selama dua pekan bersama guru pendamping dan pelatih monolog.
Ia mempelajari pendalaman karakter, pengolahan emosi, teknik pernapasan, olah tubuh, dan pengaturan intonasi suara.
“Harapan saya ke depannya semoga saya bisa lebih percaya diri dengan kemampuan yang saya miliki dan terus mengasah kemampuan tersebut,” tambahnya.
Guru pendamping Maharani Dhinda Ganes Wahyuningtyas, berharap prestasi tersebut dapat memotivasi siswa lain untuk terus mencoba dan mengembangkan potensi seni yang dimiliki.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.