Calon pembeli dapat memantau harga silver secara langsung mengikuti market internasional sebelum melakukan transaksi pembelian maupun buyback
Surabaya (ANTARA) - Gerai bullion yang menjual emas dan perak batangan di Surabaya, Jawa Timur, menghadirkan sistem Silver Live Price yang menunjukkan harga sesuai pasar dunia secara real-time kepada calon pembeli.
Brand Manager Nellava Bullion Niki R Hashbiah di Surabaya, Senin, menjelaskan tren investasi perak di Indonesia terus mengalami pertumbuhan, terutama di kalangan generasi muda yang mulai menjadikan logam mulia sebagai alternatif aset jangka panjang.
"Namun di tengah tingginya antusiasme pasar, masih banyak customer menghadapi harga perak yang terlalu tinggi akibat hidden markup dan produk impor dengan pricing yang tidak kompetitif," katanya.
Sementara mulai banyak investor telah memahami pentingnya transparansi harga dalam investasi perak.
Niki mengungkapkan hidden markup dan harga yang tidak mengikuti pasar internasional membuat pelanggan membeli aset dengan harga yang kurang menguntungkan.
"Untuk itu, Nellava Bullion menghadirkan Silver Live Price yang pertama di Indonesia. Melalui sistem Silver Live Price, customer kini dapat melihat pergerakan harga perak dunia secara langsung melalui situs web resmi Nellava," ujarnya.
Dengan begitu calon pembeli dapat memantau harga perak secara langsung mengikuti pasar internasional sebelum melakukan transaksi pembelian maupun buyback.
Niki menambahkan, selain menghadirkan transparansi harga, Nellava juga memperkuat sistem buyback silver berbasis harga internasional yang terpercaya dan terjamin sehingga pelanggan memiliki kepastian terhadap nilai aset yang dimiliki.
“Kami ingin pelanggan tidak lagi bingung atau merasa dirugikan ketika membeli maupun melakukan buyback silver. Transparansi menjadi fokus utama yang ingin kami bangun,” ucapnya.
Pewarta: Hanif NashrullahEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.