Surabaya (ANTARA) - Kegiatan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se-Kota Surabaya Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Surabaya sebagai ajang konsolidasi untuk mengembalikan target 15 kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono dalam kegiatan tersebut di Surabaya, Minggu mengatakan Surabaya sebagai “kandang banteng” harus tetap menjadi kekuatan utama PDIP secara nasional.
Deni mengingatkan hasil Pemilu 2024 menjadi bahan evaluasi serius setelah kursi PDIP di DPRD Surabaya turun menjadi 11 kursi.
“Surabaya kategori kuat, tetapi kursinya masih jauh dari harapan. Ini tantangan besar karena Surabaya adalah tempat lahir Bung Karno. Surabaya harus nomor satu,” katanya.
Deni menargetkan PDIP Surabaya minimal kembali meraih 15 kursi DPRD pada Pemilu 2029. Untuk mencapai target itu, DPD PDIP Jawa Timur mewajibkan regenerasi kader dengan memberi ruang lebih besar kepada anak muda.
“Minimal 20 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun. Tahun 2029 pemilih Gen Z hampir 60 persen. Kalau tidak memberi ruang anak muda, kita akan tertinggal,” katanya.
Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji mengatakan Musancab merupakan konsolidasi rutin partai yang digelar setiap lima tahun sekali.
"Ini konsolidasi lima tahunan. Kalau ada restrukturisasi organisasi dalam kepengurusan PAC itu hal biasa. Penekanan kita sekarang, minimal 50 persen anak-anak Gen Z masuk dalam jajaran pengurus," katanya di sela kegiatan di Surabaya.
Agenda konsolidasi lima tahunan itu menjadi momentum penguatan mesin partai sekaligus penegasan target kemenangan pada Pemilu 2029.
Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak menyalahgunakan program bantuan partai maupun kekuasaan yang dimiliki.
"Saya tidak mau dengar ada pengurus PAC menarik uang rakyat dari program-program bantuan. Kalau ada bukti, langsung kita evaluasi dan ganti," ucapnya.
Ketua DPP PDIP Bidang Pendidikan Puti Guntur Soekarno turut menegaskan pentingnya loyalitas dan soliditas kader partai. Menurutnya, Musancab bukan sekadar seremoni, tetapi bagian penting penguatan organisasi hingga akar rumput.
“Partai tanpa dinamika bukan partai. Tetapi dinamika harus berlandaskan loyalitas dan ideologi,” kata Puti.
Puti juga menyoroti pentingnya penguasaan media sosial dan digitalisasi untuk merebut suara pemilih muda dan perempuan.
“Hari ini partai lain berlomba merekrut anak muda. Kita tidak boleh tertinggal. Semua kader harus melek digital dan media sosial,” ujar cucu Bung Karno tersebut.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.