Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Pdt. Rio Dh. I. Pattiselano mengapresiasi layanan pengaduan warga melalui hotline WhatsApp “Lapor Cak Eri” yang digagas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
"Kami mengingatkan agar tidak berhenti sebagai kanal baru tanpa perbaikan sistem yang mendasar," katanya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis.
Menurutnya, keberhasilan hotline sangat ditentukan oleh kecepatan respons dan transparansi penanganan laporan serta masyarakat harus dapat memantau sejauh mana aduan mereka ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Ia mengusulkan agar sistem hotline terhubung langsung dengan dashboard terintegrasi yang bisa dipantau oleh wali kota, sehingga setiap laporan yang masuk dapat segera didistribusikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tanpa hambatan birokrasi.
“Kalau terhubung ke dashboard, wali kota bisa langsung memonitor perkembangan laporan. Ini akan mempercepat pengambilan keputusan,” tuturnya.
Ia menyoroti potensi tumpang tindih kanal aduan di lingkungan Pemkot Surabaya, mengingat saat ini, sejumlah layanan serupa telah lebih dulu berjalan, seperti aplikasi Wargaku, Call Center 112, hingga berbagai hotline di masing-masing dinas dan satuan tugas, termasuk Satgas Premanisme dan Satgas Tanah yang belum lama ini digagas.
Kondisi tersebut, menurutnya, menimbulkan pertanyaan soal efektivitas sistem yang sudah ada serta kehadiran hotline baru tidak justru menambah kebingungan warga.
“Jangan sampai masyarakat melihat ini sebagai penumpukan layanan. Pertanyaannya, apakah yang sebelumnya tidak efektif," tuturnya.
Ia menekankan pentingnya integrasi seluruh kanal aduan agar lebih efisien dan berdampak karena tanpa integrasi, laporan warga berpotensi tercecer atau lambat ditangani.
“Kalau transparan dan terintegrasi, ini bisa jadi early warning system yang sangat bagus,” katanya.
Pewarta: Indra SetiawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026