Pendidikan di Indonesia harus tetap berorientasi pada pembentukan akhlak, mental, moral, kepribadian, dan karakter
Surabaya (ANTARA) - Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya memperkuat tata kelola perguruan tinggi swasta yang unggul, akuntabel, adaptif, dan berkelanjutan dengan mengikuti Workshop Capacity Building Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP PTSI).
“Ketua, Sekretaris, Bendahara, Direktur Umum dan Sumber Daya Manusia, serta Rektor Untag Surabaya kami ajak sebagai peninjau, agar apa yang menjadi bahan perbincangan di tingkat badan penyelenggara atau yayasan, rektor juga mengetahui. Itu merupakan keterbukaan kami,” ujar Ketua Pengurus YPTA Surabaya J. Subekti di Surabaya, Senin.
Subekti mengatakan tingginya partisipasi yang mencapai 200 peserta dari berbagai perguruan tinggi swasta di Indonesia menunjukkan besarnya perhatian terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Menurut dia, YPTA Surabaya menerapkan prinsip organisasi “miskin struktur, kaya fungsi” agar pengambilan keputusan dapat dilakukan secara efektif dan cepat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan universitas.
“Struktur yayasan tidak perlu besar, cukup efektif. Jika ada persoalan dari universitas, bisa segera dibahas dan diputuskan agar problem langsung diatasi dengan solusi,” katanya.
Selain membahas tata kelola internal, forum tersebut juga mengangkat strategi pengembangan perguruan tinggi, termasuk internasionalisasi kampus dan penguatan kualitas pendidikan nasional.
Subekti menegaskan pendidikan tinggi di Indonesia harus tetap menempatkan pembentukan karakter sebagai fondasi utama sebelum penguatan ilmu pengetahuan, teknologi, dan manajemen.
“Pendidikan di Indonesia harus tetap berorientasi pada pembentukan akhlak, mental, moral, kepribadian, dan karakter, baru kemudian diperkuat dengan ilmu, teknologi, dan manajemen,” katanya.
Dalam forum itu, YPTA Surabaya juga berbagi pengalaman pengelolaan yayasan dan pengembangan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kepada sejumlah perguruan tinggi swasta lain, di antaranya Universitas Sari Mutiara Indonesia Medan, Universitas Trisakti Jakarta, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pemkab Jombang.
Menurut Subekti, konsistensi menjalankan rencana pembangunan jangka panjang menjadi salah satu faktor perkembangan Untag Surabaya.
“Jawaban saya hanya satu, yaitu konsistensi. Kami memiliki rencana pembangunan jangka panjang yang jelas, tahapannya jelas, sumber dayanya jelas, dan tetap adaptif terhadap perubahan eksternal tanpa mengubah arah besar,” ujarnya.
Pewarta: Willi IrawanEditor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.